Indeks kuantitas
berupaya menghitung besarnya perubahan jumlah barang dari
waktu ke waktu. Indeks ini bisa digunakan saat perubahan harga demikian
berfluktuasi sehingga nilai barang bisa berubah setiap saat. Pada situasi
seperti itu, menghitung perubahan kuantitas barang lebih realistis daripada
menghitung indeks harga (perubahan harga). Sebagai contoh, produksi mebel di
suatu daerah mengalami peningkatan, namun di sisi lain, harga mebel terpaksa
didiskon karena ketatnya persaingan dan turunnya daya beli. Dalam hal ini jika
diukur dari harga atau kebijakan diskon pada produk mebel. Namun jika dilihat
dari indeks kuantitas, dikatakan bahwa produk mebel mengalami peningkatan,
karena secara riil memang meningkat. Sehingga penggunaan indeks kuantitas yang
menyatakan adanya peningkatan mebel lebih dianjurkan.
Sama dengan perhitungan indeks harga, perhitungan indeks
kuantitas bisa menggunakan metode tak tertimbang atau metode tertimbang.
INDEKS KUANTITAS TAK TERTIMBANG
Pada metode ini, perhitungan langsung membandingkan antara
jumlah suatu item barang saat tertentu dengan jumlah barang di tahun dasar.
Ø Metode Agregatif Sederhana
Rumus:
|
Ip =
|
Dimana:
Iq = Indeks Kuantitas
Qn = Kuantitas Tahun tertentu (Given Year)
Q0 = Kuantitas Tahun dasar (Base Year)
INDEKS
KUANTITAS TERTIMBANG
Terbalik
dengan penghitungan metode tertimbang dari indeks harga, dimana yang menjadi
timbangan adalah julah barang, di sini yang menjadi penimbang (bobot) adalah
harga suatu barang untuk waktu tertentu.
Pada
prinsipnya, berbagai rumus yang digunakan pada indeks harga tertimbang (indeks
Laspeyers, Paasche, Fisher dan lainnya) bisa diterapkan pada penghitungan
indeks kuantitas ini. Perbedaan adalah jika pada penyusunan indeks harga, yang
ditekankan adalah perbandingan Pn dengan P0, maka perhitungan indeks kuantitas
membandingkan antara Qn dan Q0. Dengan demikian, pada penyusunan indeks
kuantitas tertimbang ini, harga barang harus dibuat tetap (konstan) karena yang
akan diukur adalah perubahan kuantitas. Sehingga pada rumus indeks kuantitas,
jika tahun yang digunakan sebagai patokan, maka baik pembilang atau penyebut
menggunakan P0. Sedang jika tahun tertentu (n) yang digunakan sebagai patokan,
maka baik pembilang atau penyebut menggunakan Pn.
Berikut dua
perhitungan indeks kuantitas yang sering digunakan dalam praktek.
Indeks
kuantitas Laspeyers
|
Ip
=
|
Indeks
Kuantitas Paasche
|
Ip =
|
Dimana:
Iq = Indeks
Kuantitas Tertimbang
P0 dan Pn
adalah harga tahun dasar dan tahun tertantu
INDEKS NILAI
Indeks nilai
(value index) pada prinsipnya adalah membandingkan nilai barang yang merupakan
perkalian antara harga barang dengan jumlah barang yang terjual, antara tahun
tertentu dengan tahun dasar.
indeks nilai
(value index) menghitung perubahan nilai sebuah barang, yakni perkalian antara
harga barang dengan jumlah barang yang ada. Indek ini menilai perubahan total
dari sebuah variabel (barang) dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, pengusaha
properti akan menghitung semua nilai rumah yang dijualnya karena menghitung
hanya jumlah rumah (kuantitas) saja atau menghitung harga rumah saja tidaklah
memberikan gambaran yang lengkap tentang perubahan nilai sekian rumah dari
waktu ke waktu.
Rumus:
|
Iv =
|
Dimana:
Iv adalah
indeks
C. ANGKA
INDEKS RELATIF SEDERHANA (SIMPLE INDEX )
Angka indeks
harga relative sederhana
Menunjukkan
perkembangan harga relative suatu barang & jasa pada tahun berjalan dengan
tahun dasar, tanpa memberikan bobot terhadap kepentingan barang & jasa.
Indeks kuantitas relative sederhana
dimaksudkan untuk melihat perkembangan kuantitas barang & jasa. Seberapa
besar perkembangan kuantitas tersebut dibandingkan dengan tahun lalu atau
periode dasar.
Indeks nilai
relative sederhana menunjukkan perkembangan nilai (harga dikalikan dengan
kuantitas) suatu barang & jasa pada suatu periode dengan periode atau tahun
dasarnya.
D. ANGKA INDEKS
AGREGAT SEDERHANA
Angka indeks
ini menekankan agregasi yaitu barang & jasa lebih dari satu . Harga,
kuantitas, & nilai dijadikan satu, sehingga mendapatkan angka indeks yang
mewakili agregasi tersebut.
Angka Indeks
Harga Agregat Sederhana adalah angka indeks yang menunjukkan perbandingan
antara jumlah harga kelompok barang & jasa pada periode tertentu dengan
periode dasarnya.
Dimana :
IPA :
Indeks harga agregat sederhana
ΣHt :
Jumlah harga kelompok barang & jasa periode t
ΣHt :
Jumlah harga kelompok barang & jasa periode dasar
Angka
indeks kuantitas agregat sederhana
Merupakan
angka indeks yang menunjukkan perbandingan antara jumlah kuantitas kelompok
barang & jasa pada periode tertentu dengan periode dasarnya.
Angka
indeks nilai agregat sederhana
Menunjukkan
perkembangan nilai (harga dikalikan dengan kuantitas) sekelompok barang &
jasa pada suatu periode dengan periode atau tahun dasarnya.
E. Angka Indeks Berantai
Angka indeks berantai adalah angka indeks yang menggunakan waktu dasar selalu satu tahun sebelum tahun yang dihitung angka indeksnya. Misalnya angka indeks tahun 2008 dihitung dengan memakai tahun dasar 2007, angka indeks tahun 2006 dihitung dengan memakai tahun dasar 2005, demikian seterusnya.
Angka indeks berantai adalah angka indeks yang menggunakan waktu dasar selalu satu tahun sebelum tahun yang dihitung angka indeksnya. Misalnya angka indeks tahun 2008 dihitung dengan memakai tahun dasar 2007, angka indeks tahun 2006 dihitung dengan memakai tahun dasar 2005, demikian seterusnya.
perhitungan indeks didasarkan pada tahun dasar
tertentu (base year), maka ada perhitungan indeks yang lain yang bisa
menghitung sebuah indeks dengan memperhatikan indeks dari tahun sebelumnya, dan
tidak harus dibandingkan dengan tahun dasar tertentu.
Indeks rantai berguna jika harga barang atau
kuantitas barang mengalami fluktuasi yang tajam pada tahun-tahun tertentu. Jika
terjadi hal demikian, maka barang yang ada bisa diganti dengan barang lainnya,
kemudian indeks dihitung kembali.
Sebagai
contoh, jika produksi minuman kaleng ataupun harga minuman kaleng sangat
berfluktiatif, maka dimungkinkan untuk menghilangkan item minuman kaleng dan
diganti dengan jenis (kemasan) minuman yang lain. Kemudian perhitungan indeks
rantai bisa dilakukan kembali, dengan menghilangkan item minuman kaleng dan
memasukkan data dari item barang yang baru (pengganti) tersebut.
Purwanti Y
No comments:
Post a Comment