1. Susunlah
sebuah wacana yang terdiri atas 5-8 paragraf (200-250 kata) dengan tema Potensi
Wisata Alam Indonesia. Jenis paragraf deskripsi atau persuasi.
Kampung Jelekong
Indonesia
memiliki banyak potensi dan sumber daya alam yang belum dikembangkan secara
maksimal, termasuk didalamnya disektor pariwisata. Untuk lebih memantapkan
pertumbuhan sektor pariwisata dalam rangka mendukung pencapaian sasaran
pembangunan, sehingga perlu diupayakan pengembangan produk-produk yang
mempunyai keterkaitan dengan sektor pariwisata.
Pengembangan
ke pariwisataan berkaitan erat dengan pelestariaan nilai-nilai kepribadian dan
pengembangan budaya bangsa, dengan memanfaatkan seluruh potensi keindahan dan
kekayaan alam indonesia. Pemanfaatan disini bukan berarti merubah secara total,
tetapi lebih berarti mengelola, memanfaatkan dan melestarikan setiap potensi
yang ada, dimana potensi tersebut dirangkaikan menjadi satu daya tarik wisata.
Pembangunan
bidang pariwisata diharapkan dapat memberikan manfaar bagi masyarakat, karena
sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan dibidang ekonomi,
kegiatan pariwisata merupakan salah satu sektor non migas, yang diharapkan
dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perekonomiaan negara.
Usaha
mengembangkan dunia pariwisata didukung dengan UU No 10 tahun 2009, yang
menyebutkan bahwa keberadaan objek wisata pada suatu daerah akan sangat
menguntungkan, antara lain meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),
meningkatnya taraf hidup masyarakatdan memperluas kesempatan kerja mengingat
semakin banyaknya pengangguran saat ini, meningkatkan rasa cinta lingkungan
serta melestarikan alam dan budaya setempat.
Provinsi
jawa barat, merupakan salah satu wilayah tujuan wisata di indonesia, menawarkan
berbagai macam obyek wisata , baik obyek wisata alam, wisata pantai maupun
wisata budayanya, salah satu daerah yang mempunyai potensi wisata tersebut
adalah Kampung Jelekong`, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Potensi
wisata dikampung jelekong meliputi potensi budaya dan alam, Kampung Jelekong
merupakan kampung pegunungan yang masih asri, dan juga merupakan kampung para
seniman sunda. Penduduk Kampung Jelekong ini sebagian besar adalah pelukis yang
hasil lukisan nya sudah diakui dalam taraf nasional dan internasional,
pemasaran lukisannya didalam pulau jawa mapun luar pulau jawa, seperti Braga,
Cipanas Puncak, Bogor, Bali, Lombok, bahkan Malaysia, pembelinya meliputi wisatawan domestik dan
asing. Aliran lukisan di Kampung Jelekong pun sangat beragam, tergantung
keahlian yang ditekuni masing-masing pelukisnya. bukan lukisan saja, di Kampung
Jelekong juga merupakan kampung seniman wayang golek yang sangat terkenal yaitu
keluarga Sunandar Sunarya, seniman calung, serta penduduknya masih menjujunjung
tinggi budaya sunda seperti lengser,
kuda renggong dan singa depok.
Selain
potensi SDM, SDA juga bisa dikelola, dimanfaatkan dan dilestarikan, seperti
daerahnya yang masih asri dan merupakan perbukitan yang dapat dimanfaatkan
sebagai tempat wisata, misalkan
digunakan sebagai tempat wisata untuk olah raga Extrim seperti Flying
fox, Off Road, Motor Cross, Hiking dll.
Namun sangat
disayangkan pemerintah daerah kurang cermat dalam menyikapi hal ini, potensi
yang ada di Kampung Jelekong ini tidak bisa dikelola, dimanfaatkan serta
dilestarikan oleh pemerintah daerah setempat sebagai potensi wisata yang sangat
baik. Seharusnya potensi yang tersedia tersebut dapat dioptimalkan pengelolaan
dan pemanfaatannya, apabila pemerintah daerah setempat cermat maka pengelolaan
dan pemanfaatan potensi tersebut dapat memberikan konstribusi yang sangat
besar, sebagai pendapatan pemerintah daerah pada umumnya, dan khususnys dapat
mengurangi pengangguran penduduk yang ada di Kampung Jelekong tersebut. Hal ini
samgat baik karena kebijakan ini dapat mengurangi salah satu tugas pemerintah
dalam masalah pengangguran dan pelestarian kebudayaan daerah sebagai kebudayaan
nasional.
2. Bacalah
dengan cermat wacana di bawah ini, kemudian tentukan judul yang tepat bagi
wacana tersebut dan buat ringkasan/ikhtisarnya.
Bacaan
Dalam
budaya modern ini, remaja dihadapkan pada berbagai tantangan untuk melakukan
hal-hal kreatif. Salah satu tantangan itu adalah membiasakan diri menulis, baik
karya ilmiah popular maupun karya kreatif (fiksi). Ini perlu dilakukan untuk
menghindari anggapan bahwa bangsa kita adalah kumpulan masyarakat yang lebih
gemar menonton, ngerumpi, dan asing terhadap kebiasaan menulis. Padahal
kebiasaan menulis akan membuat kita lebih kritis. Untuk bisa menulis, kita
dituntut menemukan ide baru dan meningkatkan kemampuan dalam memahami segala
sesuatu di sekitar kita.
Setidaknya
ada enam manfaat yang bisa dipetik dari kebiasaan menulis; pertama, sebagai
sarana untuk mengungkapkan diri; kedua, untuk meningkatkan pemahaman terhadap
sesuatu; ketiga, untuk melahirkan/mengungkapkan kepercayaan diri; keempat,
untuk meningkatkan kesadaran atas lingkungan; kelima, untuk menumbuhkan semangat
agar selalu memperbaiki diri, dan; keenam, untuk memperbaiki kemampuan dalam
menggunakan bahasa atau menguasai unsur-unsur kebahasaan. Dengan kata lain,
melalui aktivitas menulis kita dapat mengungkapkan segala sesuatu yang kita
rasakan atau pikirkan, bersedia membuka diri dengan bertanya kepada teman, guru
pembimbing atau datang ke perpustakaan untuk memperoleh sumber-sumber bacaan.
Banyak
orang beranggapan bahwa hal tersulit dalam menulis adalah saat memulai,
memikirkan apa yang akan ditulis, dan bagaimana harus menuliskannya. Menentukan
apa yang akan ditulis sesungguhnya tidak terlalu sulit karena banyak hal yang
bisa kita jadikan bahan tulisan. Dengan kata lain, menulis sesungguhnya adalah
upaya mengekspresikan apa yang kita lihat, alami, rasakan, dan pikirkan ke
dalam bahasa tulis.
Tentu
saja untuk menyajikan tulisan yang bagus, kita harus memilih bahan yang bagus
pula, tidak boleh asal-asalan. Bahan-bahan yang bagus itu bisa kita dapatkan
dengan “menggumuli’ berbagai teks kehidupan yang begitu luas dan beragam,
seperti teks bacaan atau literatur (buku, Koran,/majalah, jurnal, internet).
Selain itu, mungkin saja bahan tulisan itu berasal dari kejadian atau peristiwa
yang kita alami dan rasakan. Berdasarkan teks kehidupan yang sangat beragam
tersebut, kita dapat menemukan ide, gagasan, inspirasi untuk membuat sebuah
tulisan. Nah, dari sinilah sesungguhnya proses kreatif (menulis) itu di mulai.
Selamat Bekerja
Jawaban;
1.
Judulnya adalah Budayakan
menulis
2. buat ringkasan/ikhtisarnya
menulis merupakan kegiatan yang fositif, karena dengan
menulis kita dapat mengekspresikan diri , memberi informasi, dan mengajak orang
dengan cara yang positif dan halus ,
namun agar tulisan tersebut dapat dinikmati oleh orang lain, kita hatus
mempunyai bahan-bahan yang bagus. Bahan-bahan yang bagus itu bisa kita dapatkan
dengan “menggumuli’ berbagai teks kehidupan yang begitu luas dan beragam,
seperti teks bacaan atau literatur (buku, Koran,/majalah, jurnal, internet).
Selain itu, mungkin saja bahan tulisan itu berasal dari kejadian atau peristiwa
yang kita alami dan rasakan. Berdasarkan teks kehidupan yang sangat beragam
tersebut, kita dapat menemukan ide, gagasan, inspirasi untuk membuat sebuah
tulisan.
Purwanti y # tugas 3 # Bahasa Indonesia