Saturday, 28 January 2017

Bagaimana teknik persentasi yang baik?




Presentasi kita lakukan pada dasarnya untuk mengkomunikasikan gagasan, pemikiran atau informasi kepada orang lain. Gagasan, pemikiran atau informasi itu bisa bersifat bisnis, sosial, keagamaan atau apa pun juga. Intinya, kita menyampaikan sesuatu pada orang lain dengan tujuan tertentu “sesuatu” itu kita sampaikan, karena dalam pandangan kita bisa membawa manfaat atau kebaikan bagi diri kita dan orang lain.
presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang penting. Orang mempresentasikan produk, sistem kerja, gagasan baru dalam pemecahan masalah, penjualan produk, pemasaran barang dan jasa atau paparan temuan riset pasar merupakan kegiatan yang lazim dilakukan dalam komunikasi bisnis. Siapa pun yang terlibat dalam kegiatan bisnis atau organisasi bisnis pasti akan melakukan presentasi.
Anjali (2007:36-39) menyebutkan ciri-ciri presentasi yang membedakannya dari jenis-jenis pembicaraan lain seperti pidato atau pemaparan publik (public expose) adalah sebagai berikut:
  1. Biasanya dilakukan secara formal
  2. Biasanya disusun secara matang dan terencana
  3. Biasanya sudah ditentukan waktu, tempat dan materinya
  4. Biasanya dibantu oleh alat-alat peraga ataun alat-alat bantu presentasi
  5. Biasanya dipandu oleh seorang pemandu atau moderator
  6. Biasanya menghendaki adanya pihak lain sebagai sasaran presentasi
  7. Biasanya diikuti dengan sesi tanya jawab
  8. Biasanya memiliki tujuan dan taget tertentu

Menurut saya presentasi yang baik adalah:
Sebuah pembukaan yang bersemangat akan menambah kepercayaan diri dan merupakan sebuah kesempatan untuk membuat kesan pertama yang positif.
Kunci Utama:
a.   Dapatkan perhatian yang menyenangkan dari audiens dengan cepat,
b.   Arahkan secara alami ke dalam presentasi kita
c.   Bangun kemauan yang baik,
d.   Ciptakan butir-butir kesepakatan.
Teknik:
a.   Gunakan sebuah alat peraga,
b.   Dramatisasi ide-ide kita,
c.   Dapatkan partisipasi dari audiens,
d.   Sebutkan butir kesepakatan atau kesamaan pendapat.
e.   Hindari permintaan maaf.
“Seberapa sering kita semua telah mendengar pembicara memulai dengan meminta perhatian audiens yang berarti mereka kurang persiapan atau kurangnya kemampuan. Jika kita tidak siap, audiens mungkin akan mengetahui terlebih dulu tanpa bantuan kita.” — Dale Carnegie.
1.   Kecakapan menguasai audience
Tak cukup hanya dengan kemampuan berbicara dan gaya bahasa tubuh yang menarik untuk menguasai audience, namun juga perlu dilakukan upaya pengontrolan apakah audience masih bersama kita atau sudah larut dengan urusan masing-masing. Banyak hal menarik yang dapat dilakukan untuk menguasai audience, diantaranya adalah melakukan simulasi, memberikan pertanyaan atau diskusi, memberikan tayangan video dan sebagainya. Hal yang menarik sangat dibutuhkan agar audience tidak merasa bosan saat melihat kita presentasi

2.   Jangan berbicara pada slide 
Banyak pembicara yang lebih melihat pada slide yang isinya sudah mereka ketahui daripada melihat audience. Sebaiknya pembicara lebih fokuskan mata dan perhatiannya kepada audience, perbanyak kontak mata akan membuat presentasi menjadi lebih menarik.

3.   Kemampuan berbicara dan bahasa tubuh
Cara berbicara merupakan hal utama yang menjadi sorotan audience saat pembicara sedang melakukan presentasi dan juga gaya bahasa tubuh yang menyesuaikan dengan bahasa lisan.

4.   Tunjukkan antusiasme
Agar pendengar tidak tmengantuk sepanjang sesi presentasi, pembicara harus menunjukkan semangat selama menyampaikan materi presentasi yang disampaikan.

5.   Jelaskan poin-poin penting yang ingin disampaikan
Sebelum memulai presentasi, baiknya menjelaskan kepada audience ada berapa poin penting yang ingin disampaikan dalam presentasinya. Memberikan panduan yang jelas di awal presentasi dan mengikuti alur sesuai garis besar yang kita sampaikan, membantu pendengar lebih mudah menyimak materi yang disampaikan.

6.    Buat angka menjadi berarti
Jika punya data berupa angka yang dapat menunjang presentasi, manfaatkanlah sampai optimal. Memberikan data melalui angka, terutama apabila angka yang disampaikan cukup signifikan, biasanya akan menarik perhatian pendengar dan penasaran untuk terus menyimak.

7.   Latihan atau simulasi
Agar materi yang disampaikan dapat dipresentasikan dengan lancar, tentunya latihan sangat diperlukan. Jangan lupakan juga detail penting, seperti slide yang menarik atau tulisan yang jelas terbaca sebagai bagian dari persiapan.

8.    Kuasai materi
Menguasai materi artinya pembicara dapat memilih materi yang harus ditekankan dan materi yang dapat dihilangkan agar membuat presentasi menjadi lebih efektif. Penguasaan materi ini membuat pembicara akan menjadi lebih nyaman pada saat presentasi dan membuat presentasi berjalan dengan baik.

9.   Jiwai materi yang akan dibawakan

pembicara tidak perlu menghafal materi yang akan dibawakan, setiap presentasi membutuhkan 2 hal, yakni harus hidup dan memiliki energi. Hal ini akan diperoleh jika pembicara menjiwai materi yang anda bawakan.

10.  Background yang sederhana
Background yang digunakan pada setiap slide harus diperhatikan. Jangan sampai ada kalimat yang tidak bisa terbaca dengan jelas karena penggunaan banckground yang terlalu kontras.

Purwanti Y


Saturday, 21 January 2017

KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA



KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA

Komunikasi bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis baik komunikasi verbal maupun nonverbal dengan memperhatikan faktor-faktor budaya di suatu daerah, wilayah atau negara.

Apabila para pelaku bisnis akan melakukan ekspansi bisnisnya ke daerah lain atau ke negara lain, pemahaman budaya di suatu daerah atau negara tersebut menjadi sangat penting artinya, termasuk bagaimana memahami produk-produk musiman di suatu negara. Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai terjadi kesalahan fatal yang dapat mengakibatkan kegagalan bisnis.

 Antara Komunikasi dan budaya, memiliki hubungan secara timbal balik yang saling berpengaruh satu sama lain. Dimana dapat dipahami bahwa budaya merupakan sebuah sistem makna yang dimiliki bersama (Geerzt, 1973)

Komunikasi antar budaya sebagai komunikasi yang terjadi ketika orang-orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut melibatkan latar belakang pengalaman budaya yang berbeda yang menunjukan nilai-nilai yang dianut oleh kelompoknya yang berupa pengalaman ,pengetahuan dan nilai-nilai. L. A. Samovar dan R.E Porter (1972).

Memahami Budaya  dan Perbedaanya
Indonesia dikenal sebagai Negara yang kaya akan berbagai sumberdaya alam dan aneka budaya yang tumbuh dan berkembang diseluruh penjuru tanah air dari sabang sampai Merauke. Oleh karena setiap daerah memiliki budaya yang tumbuh dan berkembang di daerahnya.

Definisi Budaya
Menurut Hofstede, budaya diartikan sebagai pemograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota-anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya. Dalam hal ini yang menjadi kata kunci budaya adalahpemograman kolektif  yang menggambarkan suatu proses yang mengikat setiap orang segera setelah kita dilahirkan ke dunia ini.
Menurut Bovee dan Thil budaya adalah system sharing atas symbol-simbol, kepercayaan, sikap, nilai-nilai, harapan dan norma-norma untuk berperilaku. Dalam hal ini semua anggota dalam budaya memiliki asumsi-asumsi yang serupa tentang bagaimana seorang berpikir, berperilaku dan berkomunikasi, cenderung untuk melakukannya berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.

Komponen Budaya
Dalam bidang antropologi, menurut Cateora, budaya memiliki beberapa elemen yaitu :
1.     budaya material,
2.     lembaga sosial
3.     system kepercayaan,
4.     estetika
5.     bahasa.


Mengenal Perbedaan Budaya
Dalam kehidupan sehari-hari orang akan selalu berhubungan dengan orang lain yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda . Disamping itu juga perbedaan dalam hal suku , agama, ras/etnis, pendidikan, usia, pekerjaan, status dan jenis kelamin. Perbedaan berbagai latar belakang budaya akan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang mengirim, menerima, dan menafsirkan pesan-pesan kepada orang lain. Perbedaan budaya dapat dilihat dari :
·         Nilai social
·         Peran dan status
·         Kebiasaan pengambilan keputusan
·         Sikap terhadap waktu
·         Penggunaan ruang/jarak
·         Konteks budaya
·         Bahas tubuh
·         Hokum
·         Perilaku etis
·         Perbedaan budaya perusahaan
Komunikasi Dengan Orang Berbudaya Asing
1.     Belajar tentang budaya
            Ketika anda berkeinginan untuk keluar negeri, anda harus siap menghadapai  
            budaya  yang sama sekali berbeda dengan budaya anda.
2.     Mengembangkan keterampilan komunikasi lintas budaya
Beberapa petunjuk yang diperlukan seseorang ketika berhubungan dengan orang lain yang memiliki budaya berbeda :
·         Asumsikan berbeda hingga suatu persamaan telah terbukti
·         Berani mengambil tanggungjawab saat berkomunikasi
·         Tidak memberi pendapat
·         Tunjukkan suatu penghargaan
·         Empati
·         Menahan sikap ambiguitas/mendua
·         Dsb.
3.     Negoisasi Lintas Budaya
Orang dari budaya yang berbeda seringkali mempunyai pendekatan bernegosiasi yang berbeda dan tingkat toleransinya untuk suatu ketidaksetujuan juga bervariasi.

  ( sumber : Komunikasi Bisnis, Drs. Djoko Purwanto, M.B.A.)

Purwanti  Y