Presentasi kita lakukan pada dasarnya untuk mengkomunikasikan gagasan, pemikiran atau informasi
kepada orang lain. Gagasan, pemikiran atau informasi itu bisa bersifat bisnis,
sosial, keagamaan atau apa pun juga. Intinya, kita menyampaikan sesuatu pada orang lain dengan tujuan tertentu
“sesuatu” itu kita sampaikan, karena dalam pandangan kita bisa membawa manfaat
atau kebaikan bagi diri kita dan orang lain.
presentasi merupakan salah satu
bentuk komunikasi yang penting. Orang mempresentasikan produk, sistem kerja,
gagasan baru dalam pemecahan masalah, penjualan produk, pemasaran barang dan
jasa atau paparan temuan riset pasar merupakan kegiatan yang lazim dilakukan
dalam komunikasi bisnis. Siapa pun yang terlibat dalam kegiatan bisnis atau
organisasi bisnis pasti akan melakukan presentasi.
Anjali (2007:36-39)
menyebutkan ciri-ciri presentasi yang membedakannya dari jenis-jenis
pembicaraan lain seperti pidato atau pemaparan publik (public expose) adalah sebagai berikut:
- Biasanya dilakukan secara formal
- Biasanya disusun secara matang dan terencana
- Biasanya sudah ditentukan waktu, tempat dan materinya
- Biasanya dibantu oleh alat-alat peraga ataun alat-alat bantu presentasi
- Biasanya dipandu oleh seorang pemandu atau moderator
- Biasanya menghendaki adanya pihak lain sebagai sasaran presentasi
- Biasanya diikuti dengan sesi tanya jawab
- Biasanya memiliki tujuan dan taget tertentu
Menurut saya presentasi yang baik adalah:
Sebuah pembukaan yang bersemangat akan menambah
kepercayaan diri dan merupakan sebuah kesempatan untuk membuat kesan pertama
yang positif.
Kunci Utama:
a.
Dapatkan perhatian yang menyenangkan dari audiens dengan
cepat,
b.
Arahkan
secara alami ke dalam presentasi kita
c.
Bangun
kemauan yang baik,
d.
Ciptakan
butir-butir kesepakatan.
Teknik:
a.
Gunakan
sebuah alat peraga,
b.
Dramatisasi
ide-ide kita,
c.
Dapatkan
partisipasi dari audiens,
d.
Sebutkan
butir kesepakatan atau kesamaan pendapat.
e.
Hindari
permintaan maaf.
“Seberapa
sering kita semua telah mendengar pembicara memulai dengan meminta perhatian
audiens yang berarti mereka kurang persiapan atau kurangnya kemampuan. Jika kita
tidak siap, audiens mungkin akan mengetahui terlebih dulu tanpa bantuan kita.”
— Dale Carnegie.
1.
Kecakapan menguasai audience
Tak cukup hanya dengan kemampuan berbicara dan gaya bahasa tubuh yang menarik untuk menguasai audience, namun juga perlu dilakukan upaya pengontrolan apakah audience masih bersama kita atau sudah larut dengan urusan masing-masing. Banyak hal menarik yang dapat dilakukan untuk menguasai audience, diantaranya adalah melakukan simulasi, memberikan pertanyaan atau diskusi, memberikan tayangan video dan sebagainya. Hal yang menarik sangat dibutuhkan agar audience tidak merasa bosan saat melihat kita presentasi
Tak cukup hanya dengan kemampuan berbicara dan gaya bahasa tubuh yang menarik untuk menguasai audience, namun juga perlu dilakukan upaya pengontrolan apakah audience masih bersama kita atau sudah larut dengan urusan masing-masing. Banyak hal menarik yang dapat dilakukan untuk menguasai audience, diantaranya adalah melakukan simulasi, memberikan pertanyaan atau diskusi, memberikan tayangan video dan sebagainya. Hal yang menarik sangat dibutuhkan agar audience tidak merasa bosan saat melihat kita presentasi
2.
Jangan berbicara pada slide
Banyak pembicara yang lebih melihat pada slide yang isinya sudah mereka ketahui daripada melihat audience. Sebaiknya pembicara lebih fokuskan mata dan perhatiannya kepada audience, perbanyak kontak mata akan membuat presentasi menjadi lebih menarik.
Banyak pembicara yang lebih melihat pada slide yang isinya sudah mereka ketahui daripada melihat audience. Sebaiknya pembicara lebih fokuskan mata dan perhatiannya kepada audience, perbanyak kontak mata akan membuat presentasi menjadi lebih menarik.
3.
Kemampuan berbicara dan bahasa
tubuh
Cara berbicara merupakan hal utama yang menjadi sorotan
audience saat pembicara sedang melakukan presentasi dan juga gaya bahasa tubuh
yang menyesuaikan dengan bahasa lisan.
4.
Tunjukkan antusiasme
Agar pendengar tidak tmengantuk sepanjang sesi presentasi, pembicara harus menunjukkan semangat selama menyampaikan materi presentasi yang disampaikan.
Agar pendengar tidak tmengantuk sepanjang sesi presentasi, pembicara harus menunjukkan semangat selama menyampaikan materi presentasi yang disampaikan.
5.
Jelaskan poin-poin penting
yang ingin disampaikan
Sebelum memulai presentasi, baiknya menjelaskan kepada audience ada berapa poin penting yang ingin disampaikan dalam presentasinya. Memberikan panduan yang jelas di awal presentasi dan mengikuti alur sesuai garis besar yang kita sampaikan, membantu pendengar lebih mudah menyimak materi yang disampaikan.
Sebelum memulai presentasi, baiknya menjelaskan kepada audience ada berapa poin penting yang ingin disampaikan dalam presentasinya. Memberikan panduan yang jelas di awal presentasi dan mengikuti alur sesuai garis besar yang kita sampaikan, membantu pendengar lebih mudah menyimak materi yang disampaikan.
6.
Buat angka menjadi berarti
Jika punya data berupa angka yang dapat menunjang presentasi, manfaatkanlah sampai optimal. Memberikan data melalui angka, terutama apabila angka yang disampaikan cukup signifikan, biasanya akan menarik perhatian pendengar dan penasaran untuk terus menyimak.
Jika punya data berupa angka yang dapat menunjang presentasi, manfaatkanlah sampai optimal. Memberikan data melalui angka, terutama apabila angka yang disampaikan cukup signifikan, biasanya akan menarik perhatian pendengar dan penasaran untuk terus menyimak.
7.
Latihan atau simulasi
Agar materi yang disampaikan dapat dipresentasikan dengan lancar, tentunya latihan sangat diperlukan. Jangan lupakan juga detail penting, seperti slide yang menarik atau tulisan yang jelas terbaca sebagai bagian dari persiapan.
Agar materi yang disampaikan dapat dipresentasikan dengan lancar, tentunya latihan sangat diperlukan. Jangan lupakan juga detail penting, seperti slide yang menarik atau tulisan yang jelas terbaca sebagai bagian dari persiapan.
8.
Kuasai materi
Menguasai materi artinya pembicara dapat memilih materi yang harus ditekankan dan materi yang dapat dihilangkan agar membuat presentasi menjadi lebih efektif. Penguasaan materi ini membuat pembicara akan menjadi lebih nyaman pada saat presentasi dan membuat presentasi berjalan dengan baik.
Menguasai materi artinya pembicara dapat memilih materi yang harus ditekankan dan materi yang dapat dihilangkan agar membuat presentasi menjadi lebih efektif. Penguasaan materi ini membuat pembicara akan menjadi lebih nyaman pada saat presentasi dan membuat presentasi berjalan dengan baik.
9.
Jiwai materi yang akan dibawakan
pembicara tidak perlu menghafal materi yang akan
dibawakan, setiap presentasi membutuhkan 2 hal, yakni harus hidup dan memiliki
energi. Hal ini akan diperoleh jika pembicara menjiwai materi yang anda
bawakan.
10.
Background yang sederhana
Background yang digunakan pada setiap slide harus diperhatikan. Jangan sampai ada kalimat yang tidak bisa terbaca dengan jelas karena penggunaan banckground yang terlalu kontras.
Background yang digunakan pada setiap slide harus diperhatikan. Jangan sampai ada kalimat yang tidak bisa terbaca dengan jelas karena penggunaan banckground yang terlalu kontras.
Purwanti Y