Saturday, 4 November 2017

Angka Indeks




Pengertian angka indeks
Angka indeks merupakan ukuran statistik yang menunjukkan perubahan-perubahan dalam suatu variabel atau sekelompok variabel yang berhubungan satu sama lain sehubungan dengan waktu, lokasi geografis atau ciri-ciri lain seperti, penghasilan, pekerjaan dan sebagainya. Serangkaian angka-angka indeks untuk tahun, lokasi yang berbeda-beda dan sebagainya atau kadang juga disebut sebagai deret indeks.
Angka indeks adalah angka relatif yang dinyatakan dalam persentase . biasanya untuk kesederhanaan bentuk persentase busa dihilangkan.

Menurut DR. Winardi,
 angka indeks merupakan sebuah alat angka matematik yang digunakan untuk menyatakan tingkat harga, volume perniagaan dan sebagainya dalam periode tertentu, dibandingkan dengan tingkat harga, volume perniagaan suatu periode dasar, yang nilainya dinyatakan dengan 100.

menurut Samsubar Saleh
 angka indeks merupakan suatu analisis data statistik yang terutama ditujukan untuk mengukur berapa besarnya fluktuasi perkembangan harga dari berbagai macam komoditas selama satu periode waktu tertentu. Dalam suatu analisis perekonomian, angka indeks mempunyai peranan yang sangat besar, karena dapat digunakan untuk mengetahui besarnya laju inflasi mapun deflasi yang terjadi di negara tertentu.

Angka indeks biasanya didefinisikan sebagai perbandingan dari harga, kuantitas, atau nilai (dalam persentase) dari dua periode waktu yang berbeda (kadang-kadang perbandingannya bukan antar waktu, tapi dua tempat dalam satu yang sama). Periode waktu yang menjadi dasar perbandingan dinamakan periode dasar. Sementara periode waktu yang dibandingkan terhadap periode dasar disebut periode given. Dari definisi di atas angka indeks dapat disimpulkan bahwa besaran yang bisa dibandingkan dalam angka indeks bisa berupa kuantitas, harga dan nilai.

angka indeks mempunyai beberapa kegunaan yang lain, misalnya:
1.   Angka indeks dapat dipergunakan untuk berbagai pengukuran, seperti: indeks perdagangan, untuk mengukur hasil penjualan barang yang riil (nyata), indeks harga konsumen untuk mengukur taraf hidup daripada penerima pendapatan tetap melalui pengukuran pendapatn nyata, upah nyata dan juga untuk mengukur kekuatan beli uang.
2.   Memudahkan membandingkan dan menganalisis rangkaian dengan menetapkan suatu periode dasar dan mencakup berbagai kumpulan angka.
3.   Merupakan cara yang mudah untuk mengekspresikan suatu perubahan jumlah dari sekelompok bagian-bagian yang heterogen.
4.   Mengubah data menjadi angka indeks juga memudahkan untuk membandingkan trend dalam suatu rangkaian yang terdiri dari jumlah-jumlah yang sangat besar.
5.   Angka indeks juga merupakan salah satu peralatan statistik yang ditunjuk guna mengembangkan pengetahuan tentang aspek-aspek dari perekonomian.

CONTOH
 jika harga sebuah sepatu adalah Rp. 150.000,- pada tahun 1998, kemudian harga tersebut menjadi Rp. 200.000,- pada tahun 2000, maka secara awam akan dikatakan perbandingan harga tahun 2000 dengan tahun 1998 adalah:

Dengan kata lain, bisa dikatakan harga sepatu mengalami kenaikan sebesar 133,33% - 100% = 33,33% dari harga tahun 1999.
Dari sudut pemahaman indeks, maka jika dasar tahun 1998 adalah 100, maka indeks harga sepatu tahun 2000 adalah 133,33. Jadi angka indeks tidak ditampilkan dalam bentuk presentase (%), namun dalam bentuk angka biasa dengan basis 100
Jenis Angka Indeks
Ada 3 jenis angak indeks, yaitu:

1.   INDEKS HARGA (PRICE INDEX)
ANGKA INDEKS HARGA menunjukkan perbandingan dua harga pada dua periode waktu yang berbeda,
Indeks ini bertujuan mengukur perubahan harga antara dua interval waktu tertentu, misal antar tahun, antar bulan, antar kuartal dan sebagainya. Dalam praktek indeks harga adalah indeks yang paling sering digunakan, seperti indeks harga konsumen, indeks harga saham gabungan (IHSG) dan lainnya.
contohnya indeks harga mobil niaga pada tahun ini adalah 112, maka dapat diartikan bahwa harga mobil niaga tahun ini adalah 12% lebih tinggi daripada harga mobil niaga pada tahun dasar. Jika tahun yang akan datang indeks harga mobil niaga adalah 84, maka harga mobil niaga pada tahun depan telah mengalami penurunan sebesar 16% dari tahun dasar.

2.   INDEKS KUANTITAS (QUALITY INDEX)
Indeks kuantitas mengukur perubahan sejumlah kuantitas barang dari masa ke masa.

Contoh : Kuantitas atau jumlah mobil niaga yang terjual untuk tahun ini dibandingkan dengan jumlah mobil niaga yang terjual pada tahun dasar Jika indeks terebut berupa angka 120, maka dapat dikatakan bahwa tahun ini jumlah mobil niaga yang terjual adalah 20% lebih tinggi daripada jumlah mobil niaga yang terjual pada tahun dasar. Jika angka indeks tahun ini adalah 90% maka dapat diartikan bahwa jumlah mobil niaga yang terjual tahun ini adalah 10% lebih kecil dibandingkan jumlah mobil niaga yang terjual pada tahun dasar.

3.   INDEKS NILAI (VALUE INDEX)
ANGKA INDEKS NILAI adalah angka indeks yang menunujukkan perbandingan nilai dari produksi atau penjualan dalam dua periode di waktu tanpa memperhatikan apakah perbedaan observasi tersebut adalah hasil dari perbedaan dalam kuantitas, perbedaan dalam harga, atau perbedaan dari dua hal tersebut

Indeks nilai mengukur perubahan nilai barang, yang merupakan perkalian harga suatu barang dengan jumlah barang tersebut, dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, indeks biaya hidup di beberapa kota besar, yang mencerminkan perbandingan biaya hidup yang diukur dari jumlah barang yang dikonsumsi dikalikan dengan harga barang-barang tersebut, semakin tinggi indeks biaya hidup di sebuah kota, mencerminkan semakin mahal biaya hidup di kota tersebut


Metode Sederhana
Metode ini merupakan pengukuran indeks yang paling sederhana, karena hanya membandingkan harga satu jenis barang untuk dua interval waktu tertentu.
Ip =
 
Rumus:



Dimana:
Ip  = Indeks Harga
Pn = Harga Tahun tertentu (Given Year)
P0 = Harga Tahun dasar (Base Year)

Kasus:
Jika Harga tas pada juli 2005 adalah Rp. 100.00,- dan pada juli 2006 adalah Rp. 150.000,-, maka:
Jika digunakan tahun 2005 sebagai BASE YEAR
Indeks Harga tas tahun 2005 adalah 100.
Sedangkan Indeks Harga tas tahun 2006 adalah :
Ip =
Angka itu berarti harga tas tahun 2005 adalah 66.66% dari harga tas tahun 2006.

Metode Agregatif Sederhana
Kata agregatif di sini berarti adanya lebih dari satu macam barang yang dijadikan satu. Hal ini berbeda dengan metode sebelumnya, yang hanya menghitung satu jenis barang saja. Karena itu, perbedaan pada rumus terletak pada simbol å yang merupakan penjumlahan sejumlah item barang.

Ip =
 
Rumus:



Dimana:
Ip  = Indeks Harga
Pn = Harga Tahun tertentu (Given Year)
P0 = Harga Tahun dasar (Base Year)
Tanda å = Tanda Penjumlahan

Kasus:
Berikut harga sejumlah barang di Pasar Jakarta tahun 1996 dan 1997 (data dari BPS dan satuan dalam Rupiah).


Jenis Barang
Satuan
1996
1997
Daging Sapi
Kilogram
12,077.97
12,307.79
Ikan Tongkol
Kilogram
5,108.86
6,001.07
Telur Ayam
Kilogram
2,667.30
2,862.31
Telur Itik
Butir
341.96
316.34
Minyak Goreng
Botol
1,843.28
1,937.40
Sabun Diterjen
Sachet
200.00
200.00

Keterangan data:
Pada baris pertama, rata-rata harga Daging Sapi di Kota Jakarta pada tahun 1996 adalah Rp. 12.077,97 per kilogram. Sedangkan untuk tahun 1997, harga Daging Sapi adalah Rp.12.307,79 per kilogram. Demikian seterusnya untuk data yang lain. Karena janis barang lebih dari satu, maka penghitungan akan dilakukan secara agregat, yakni menjumlah secara vertikal ke bawah semua harga di atas.
Proses penghitungan angka indeks:
Jenis Barang
1996
1997
Daging Sapi
12,077.97
12,307.79
Ikan Tongkol
5,108.86
6,001.07
Telur Ayam
2,667.30
2,862.31
Telur Itik
341.96
316.34
Minyak Goreng
1,843.28
1,937.40
Sabun Diterjen
200.00
200.00
TOTAL
22,239.37
23,624.91

Dimana:
W = timbangan (bobot)
Pada umumnya, w berupa kuantitas (jumlah barang) yang dibeli, sehingga w sering juga disebut timbangan kuantitas.