1)
Jelaskan
tentang bagaimana apresiasi atau penghargaan Al-quran terhadap orang-orang yang
berilmu (berbudaya akademik)?
Seorang muslim
yang memiliki Karakteristik berbudaya akademik disebut dengan istilah ulul
albab yang secara kebahasaan mengandung arti orang-orang yang memiliki akal
yang murni, salah satu karakteristiknya yaitu selalu berusaha menambah ilmu dengan membuka diri
terhadap setiap informasi yang baik dan kemudian memilih yang terbaik untuk
dijadikan pegangan dan diikutinya.
Dalam Firman Allah SWT. QS. Al-Mujaadilah (58) : 11
Artinya : Hai
orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam
majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa
yang kamu kerjakan.
Sumber utama ajaran Islam adalah
Alquran. Apresiasi atau perhatian Alquran terhadap ilmu pengetahuan dapat
dilihat dari seringnya AlQur’an menyebut kata ‘ilm’(yang berarti
pengetahuan).dari kata kunci inilah dapat melacak bagaimana AlQur’an memberikan
perhatian terhadap ilmu pengetahuan ,diantaranya:
1. Wahyu AlQuran yang turun pada masa awal mendorong manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan
Mayoritas ulama sepakat bahwa wahyu AlQuran yang turun pertama kali adalah lima ayat di surat al’alaq(QS.68:1-5) kemudian di susul awal ayat Al qalam.68:1-5.Dalam ayat yang pertama kali turun tergambar dengan jelas bahwa AlQur’an memberi perhatian terhadap perembangan ilmu.sehingga Allah menunjukkan petunjuk untuk memperoleh ilmu pengetahuan menggunakan redaksi “iqra”,bacalah.
Kalau dalam ayat kedua yaitu Al Qalam menekankan pentingnya alat yang digunakan untuk menunjan aktivitas membaca yaitu”qalam”pena.
2.Tugas manusia sebagai khalifah Allah di bumi akan sukses kalau memiliki ilmu pengetahuan
Hal ini di tegaskan dalam surat Al baqarah /2:30-31.Dari ayat tersebut untuk suksesnya kekhalifahan manusia di muka bumi maka Allah SWT menganugerahkan kepada manusian potensi untuk dapat mengetahui an memahami segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupannya.Dengan kemampuan untuk memahami ilmu pengetahuan ,menjadikan manusia memiliki kelebihan dibandingkan dengan malaikat.
Pada ayat 31 pengajaran yang diterima pertama manusia pertama yaitu Adam dari Allah SWT adalah tentang nama-nama benda.Maka hal yang pertama kita ajarkan pada anak-anak yang masih kecil semestinya nama bendamisalnya ayah,ibu dan disekitarnya.
3.Muslim yang baik tidak pernah berhenti untuk menambah ilmu
Ajaran ini tertuang dalam surat Thaha/20:114,yang artinya: “Ya Tuhanku ,tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.Dari ayat itu dapat dipetikm pelajaran bahwa islam mengajarkan menuntut ilmu adlah salh satu bentuk ibadah yang benilai tinggi dan harus dilakukan setiap muslim sepanjang hidupnya(long live education).
4. Orang yan berilmu akan dimuliakan Allah
Hal ini diisyaratkan dalam surat Al Mujadillah /58:11.yang arinya:”Allah akan meninggikan orang –orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahua beberapa derajat”.dari ayat tersebut terlihat bahwa manusia dibedakan ke dalam dua kelompok
besar : pertama orang yang sekedar beriman dan beramal ,dan yang kedua orng beriman dan beramal shalih serta memiliki pengetahuan.Ilmu yang dimaksud tentu saja bukan hanya ilmu agama saja tetapi apapun yang membawa maslahat bagi kehidupan manusia.Hal ini di tegaskan dalam surat Fathir /35:27-28.Dari ayat tersebut bahwa setalah Allah menjelaskan tentang banyak makhlukNya juga fenomena alam.Hal ini menegaskan bahwa ilmu dalam pandangan islam bukn hanya ilmu agama.
Di samping memberikan apresiasi terhadap orang yang berilmu poin penting
lain yang dijelaskan Al-quran adalah bahwa:
a. Iman seorang muslim tidak akan kokoh kalau tidak
ditopang dengan ilmu, demikian juga dengan amal shalih.
b. Tugas kekhalifahan manusia tidak akan dapat sukses
kalau tidak
dilandasi dengan ilmu.
dilandasi dengan ilmu.
c. Karakter
seorang muslim yang berbudaya akademik adalah; orang yang selalu mengingat
Allah yang disertai dengan ikhtiar untuk selalu menggunakan akalnya untuk
memikirkan ciptaan Allah SWT. Serta selalu berusaha menambah ilmu dengan
membuka diri terhadap setiap informasi yang baik dan kemudian memilih yang
terbaik untuk dijadikan pegangan dan diikutinya.
2) Bagaimana petunjuk
Al-quran untuk meningkatkan etos kerja?
Istilah etos kerja terdiri dari dua kata yaitu etos
dan kerja. Kata “etos” berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang berarti sikap,
kepribadian, karakter, watak, keyakinan atas sesuatu. Sedangkan kata “kerja”
berarti usaha untuk melalukan sesuatu dengan perencanaan dan tanggung jawab.
Islam merupakan agama yang mengajarkan umatnya menyelaraskan kehidupan duniawi
dan akhirat, keduanya tidak dapat terpisahkan. Dalam islam kerja sesungguhnya
bentuk implemantasi dari penciptaannya di bumi, sebagai khalifah fil ardhi,
manusia dalam wujud fisiknya di perintahkan untuk memakmurkan bumi dan alam
semesta.
Yang dimaksud etos kerja adalah nilai yang melandasi norma-norma tentang
kerja. Etos berarti watak dasar suatu masyarakat, sedangkan perwujudan luarnya
adalah struktur dan norma sosial. Dalam masyarakat yang memiliki penghargaan
tinggi terhadap kerja, orang yang menganggur biasanya mempunyai status sosial
rendah atau dianggap rendah. Dalam masyarakat seperti ini, semangat dan
produktivitas kerja warga masyarakat biasanya tinggi, misalnya yang tampak pada
masyarakat Jepang.
Krisis dan
permasalahan multi dimensi di Indonesia yang berkepanjangan dan tak kunjung
reda dikarenakan etos kerja masyarakat Indonesia yang sebagian besar adalah
Muslim belum mencerminkan etos kerja islami. Sebagian besar umat Muslim di
Indonesia masih keliru dalam menafsirkan dan menghayati al-qur’an terkait
dengan etos kerjanya.
Tidak ada
amal saleh tanpa iman dan iman harus dibuktikan dengan amal saleh. Selain itu
harus ada ilmu. Ilmu menjadi landasan sekaligus jembatan yang harus ada bagi
iman dan amal saleh. Ajaran Islam dapat diamalkan secara benar dan baik bila
didukung oleh ilmu tentang ajaran itu. Dengan demikian, iman, ilmu, dan amal
saleh merupakan serangkaian yang saling mensyaratkan dan saling menyempurnakan
sekaligus menjadi pembeda antara etos kerja islami dengan etos kerja biasa.
Keterkaitan makna antara iman, ilmu, dan amal saleh menjadi etos kerja islami ini merupakan penafisiran dari 35 ayat dalam al-qur’an.
Ayat-ayat
etos kerja adalah ayat yang berkisar pada kata-kata yang memberikan motivasi
kerja, yaitu:
Tabel Penafsiran
Ayat-ayat Etos Kerja
No.
|
Ayat
|
Indikasi
|
1
|
Q.S.
al-An’am [6]: 135
|
Kerja
keras
|
2
|
Q.S.
al-Tawbah [9]: 105
|
Kerja
keras
|
3
|
Q.S. Hud
[11]: 93
|
Jujur
|
4
|
Q.S. Hud [11]:
121
|
Kerja
keras
|
5
|
Q.S.
al-Kahf [18]: 110
|
Kerja
keras
|
6
|
Q.S.
al-Mu’minun[23]: 51
|
Prestasi
|
7
|
Q.S. Saba’
[34]: 11
|
Kerja
keras
|
8
|
Q.S. Saba’
[34]: 13
|
Kerja sama
+ prestasi
|
9
|
Q.S.
al-Saffat [37]: 61
|
Kerja
keras + prestasi
|
10
|
Q.S.
al-Nahl [16]: 14
|
Kerja
keras
|
11
|
Q.S.
al-Isra’ [17]: 12
|
Disiplin
|
12
|
Q.S.
al-Isra’ [17]: 66
|
Kerja
keras
|
13
|
Q.S.
al-Qashash [28]: 73
|
Rasional
|
14
|
Q.S.
al-Qashash [28]: 77
|
Prestasi
|
15
|
Q.S.
al-‘Ankabut [29]: 17
|
Kerja
keras
|
16
|
Q.S.
al-Rum [30]: 46
|
Kerja
keras
|
17
|
Q.S. Fathir
[35]: 12
|
Kerja
keras
|
18
|
Q.S.
al-Jasiyah [45]:12
|
Kerja
keras
|
19
|
Q.S.
al-Jum’ah [62]: 10
|
Disiplin
|
20
|
Q.S.
al-Baqarah [2]: 267
|
Kerja
keras
|
21
|
Q.S.
al-Nisa’ [4]: 32
|
Disiplin
|
22
|
Q.S.
al-Baqarah [2]: 148
|
Prestasi
|
23
|
Q.S.
al-Baqarah [2]: 177
|
Kerja sama
|
24
|
Q.S. Ali
Imran [3]: 14
|
Kerja
keras
|
25
|
Q.S.
al-Maidah [5]: 1
|
Jujur
|
26
|
Q.S.
al-Maidah[5]: 48
|
Prestasi
|
27
|
Q.S.
al-Ra’d [13]: 11
|
Prestasi
|
28
|
Q.S.
al-Anbiya’ [21]: 105
|
Kerja
keras
|
29
|
Q.S.
al-‘Ankabut [29]: 62
|
Kerja
keras
|
30
|
Q.S.
al-Zumar [39]: 52
|
Kerja
keras
|
31
|
Q.S.
al-Hasyr [59]: 18
|
-
|
32
|
Q.S.
al-Mulk [67]: 2
|
Disiplin
|
33
|
Q.S.
al-Mulk [67]: 15
|
Kerja
keras +Visioner
|
34
|
Q.S.
al-Insyirah [94]: 7
|
Kerja
keras
|
35
|
Q.S.
al-‘Asr [103]: 2-3
|
Kerja
keras
|
Jumlah
|
35
|
dari tabel
di atas bisa dibaca sebagai berikut:
Dari
sejumlah 35 ayat etos kerja yang dipilih, maka hasilnya adalah:
a. indikasi kerja keras 20,
b. prestasi 7,
c. disiplin 4,
d. kerja sama 2,
e. jujur 2,
f. visioner 1,
g. rasional
Purwanti Y

