Wednesday, 30 November 2016

Tugas 2 Manajemen



              

1.      Apa saja yang menjadi hambatan dalam melaksanakan pengawasan ?

Hambatan dalam melakukan pengawasan adalah :
a.      Perubahan, kondisi sekarang tidak dapat dihindari lagi. Perubahan dapat memberi dampak sebagai peluang juja sebagai ancaman. Suatu organisasi/perusahaan akan mengalami kesulitan bila tidak mengantisipasi perubahan.
b.      Kompleksitas, Organisasi/perusahaan yang besar akan mempunyai tingkatan-tingkatan manajemen yang lebih banyak lagi, da mencakup tidak hanya satu industry. Keklompleksitasan perusahaan menyebabkan ketidakmampuan  menjangkau pengawasan secara menyeluruh.
c.       Lemahnya informasi mengenai data produktivitas terutama dalam melekukan perbaikan, dan acap kali terdapat kekurangan kemampuan untuk merincikan hasil yang dicapai manajemen.
d.      Kurangnya dukungan teknologi informasi dalam penyelenggaraan organisasi.
e.       Bidang tanggung jawab kurang cukup jelas dirumuskan, sehingga tidak jelas pula bentuk dan lingkungan pelimpahan tugas.
f.       Minimnya kualitas dan kuantitas staf ahli anggota.
g.      Kemampuan sumber daya manusia untuk menguasai materi/teknis dan peraturan tidak merata.
h.      Sulitnya merubah paradigma audit oriented menjadi non audit.
i.        Adanya factor korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam sustu organisasi.
j.        Rendahnya tingkat kedisiplinan dan kemauan anggota organisasi.
k.      Penyampaian petunjuk kerja secara jelas sering tidak terjadi dan hal ini memperlihatkan adanya komunikasi yang tidak wajar.
l.        Cepatnya terjadi perubahan sehingga menghendaki kecepatan adaptasi bagi tenaga kerja beru. Kemampuan adaptasi ini bergantung dari sistem komunikasi manajemen.
m.    Adanya peraturan perundang-undangan yang intinya membatasi pengawasan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
n.      Adanya persaingan dan resistensi antara aparat pengawas dan kurangnya koordinasi antara aparat pengawas.
Dengan demikian, usaha untuk membangun pengawasan yang efektif harus dimulai dengan cara memperbaiki semua hambatan dan kendaya yang ada.



2.      Mengapa perusahaan perlu mempelajari budaya organisasi ?

Manfaat budaya organisasi adalah :
a.       Mengarahkan sumberdaya dalam mencapai visi, misi perusahaan.
b.      Meningkatkan kekompakan team antara berbagai unit kerja divisi, sehingga mampu menjadi perekat yang mengikat  diantara sumber daya manusia dalam perusahaan tersebut.
c.       Membentuk dan memperbaiki perilaku keorganisasian pada segenap sumberdaya manusia dalam perusahaan trsebut dengan cara mendorong perpaduan nilai-nilai inti dan perilaku yang diinginkan sehingga memungkinkan perusahaan bekerja lebih baik.
d.      Meningkatkan motivasi para pegawai karena mereka sudah mempunyai nilai-nilai kepercayaan yang diyakini dan disepakati beesama sehingga memungkinkan mereka lebih loyal.
e.       Dengan adanya perilaku keorganisasian seperti yang diharapkan, motivasi dan loyalitas yang tinggi antara pegawai, amka budaya perusahaan tersebut dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
f.       Meningkatkan jiwa gotong royong, kebersamaan, juga jiwa kekeluargaan.
g.      Saling terbuka antara anggota satu sama lain.
h.      Membangun komunikasi yang lebih baik.
i.        Meningkatkan produktivitas kerja.
j.        Sebagai alat untuk mengikat atau menyatukan pandangan setiap anggota didalam organisasi, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan bersama yang disepakati untuk diraih.
k.      Untuk memastikan bahwa semua orang yang berada didalam organisasi diarahkan kesuatu pandangan arah yang sama.
l.        Dimana para pengikut atau karyawan dapat terfokus dan tercurahkan segala perhatiannya pada sistem nilai-nilai yang ada dan berlaku dalam organisasi.
m.    Dikalangan manajer yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam suatu organisasi, maka dengan nilai-nilai yang berlaku dapat dipakai sebagai dasar didalam membuat dan menetapkan suatu keputusan yang lebih baik, hal ini dikarenakan adanya ranbu-ranbu yang jelas dari sistem nilai dari suatu budaya organisasinya.

Suatu perusahaan perlu mempelajari budaya organisasi, karena budaya yang lebih luas memberikan pengaruh yang kuat pada struktur dan fungsi organisasi.  Orang dan organisasi yang mempunyai budaya kerja tertentu menunjukkan semangat untuk berkolaborasi, berdebat, berkomunikasi, berprestasi yang tidak ada matinya, sehingga secara nyata dapat memetik hasil yang riil dan memberi kontribusi bagi kemajuan organisasinya.

  1. Mengapa perusahaan perlu mempelajari organisasi belajar ?
Manfaat organisasi belajar adalah :
a.       Aagar mampu mengelola knowledge organisasi, mengikat keterampilan, memanfaatkan teknologi, memberdayakan sumbgerdaya manusia dan expand learning.
b.      Berperan mambekali organisasi perusahaan dengan basis pengetahuan dalam rangka memenangkan persaingan.
c.       Memotifasi dan memapukan para karyawan untuk mengambil keputusan serta terus menerus guna meningkatkan efektivitas organisasi.
d.      Membantu para manajer  dalam proses pengambilan keputusan manajemen, khususnya membuat keputusan yang tidak terprogram secara lebih kreatif.
e.       Untuk mengembangkan kapasitas organisasi secara berkesinambungan untuk menyesuaikan diri dan melakukan perubahan.

Suatu perusahaan perlu mempelajari organisasi belajar, karena organisasi dianggap mampu untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran mandiri sehingga organisasi memiliki kecepatan berpikir dan bertindak  dalam merespon  beragam perubahan yang muncul. Organisasi belajar sangat diperlukan perusahaan terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan yang sangat cepat. Bagi para eksekutif dan manajer yang menyadari pentingnya organisasi belajar pasti membutuhkan pedoman yang jelas dan langkah-langkah yang praktis untuk merealisasikan organisasi belajar dalam proses manajemen. Dalam rangka pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, kita tidak lagi dapat mengandalkan pada  tersedianya tenaga kerja yang banyak dan murah, melainkan tenaga kerja yang terdidik dengan baik, terlatih dengan baik dan menguasai informasi dengan baik.



Purwanti Y # Tuggas 2 # Manajemen

Sunday, 27 November 2016

MODAL VENTURA



Sebutkan keunggulan dan kelemahan dari modal ventura.



PENGERTIAN MODAL VENTURA

Modal ventura adalah merupakan suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan swasta sebagai pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.



Handowo Dipo: Suatu dana usaha dalam bentuk saham atau pinjaman yang bisa dialihkan menjadi saham.



Toni Lorenz ,: investasi jangka panjang,dimana tujuan utama dan sebagai kompensasi atas risiko yang tinggi dari investasinya adalah perolehan keuntungan,bukan pendapatan deviden atau bunga.



Clinto Ricardson: Dana yang diinvestasikan kedalam perusahaan pasangan usaha yang cukup berisiko bagi investor



Robert White: Usaha penyediaan pembiayaan untuk membentuk atau mengembangkan usaha- usaha baru dibidang teknologi dan non teknologi.



Kepres No.61 Tahun 1988: Usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu.



Pada umumnya investasi ini dilakukan dalam bentuk penyerahan modal secara tunai yang ditukan dengan sejumlah saham pada perusahaan pasangan usaha. Investasi modal ventura ini biasanya memiliki suatu resiko yang tinggi namun memberikan imbal hasil yang tinggi pula.



Kapitalis ventura atau dalam bahasa asing disebut venture capitalist (VC), adalah seorang investor yang berinvestasi pada perusahaan modal ventura.



Dana ventura ini mengelola dana investasi dari pihak ketiga (investor) yang tujuan utamanya untuk melakukan investasi pada perusahaan yang memiliki resiko tinggi sehingga tidak memenuhi persyaratan standar sebagai perusahaan terbuka ataupun guna memperoleh modal pinjaman dari perbankan. Investasi modal ventura ini dapat juga mencakup pemberian bantuan manajerial dan teknikal.



Kebanyakan dana ventura ini adalah berasal dari sekelompok investor yang mapan keuangannya, bank investasi, dan institusi keuangan lainnya yang melakukan pengumpulan dana ataupun kemitraan untuk tujuan investasi tersebut.



Penyertaan modal yang dilakukan oleh modal ventura ini kebanyakan dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan baru berdiri sehingga belum memilkii suatu riwayat operasionil yang dapat menjadi catatan guna memperoleh suatu pinjaman. Sebagai bentuk kewirausahaan, pemilik modal ventura biasanya memiliki hak suara sebagai penentu arah kebijakan perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.



Karakteristik modal ventura :

•Kegiatan yang dilakukan bersifat langsung kesuatu perusahaan.
•Penyertaan dalam perusahaan bersifat jangka panjang (>3 thn).
•Bisnis yang dimasuki memiliki resiko tinggi.
•Keuntungan yang diperoleh berasal dari
 capital gain,deviden,bagi hasil

.•Kegiatannya banyak dilakukan dalam usaha pembentukan usaha baru atau pengembangan usaha




II. Jenis Pembiayaan Modal Ventura

Jenis – jenis pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan  modal ventura.



A.   Berdasarkan Cara Pemberian Bantuan



Bantuan yang diberikan modal ventura kepada perusahaan pasangan usaha dapat meliputi dua hal, yaitu bantuan financial dan bantuan manajemen.



Atas dasar cara pemberian kedua jenis bantuan tersebut, mekanisme modal ventura dapat dibedakan menjadi:

1.Single Tier Approach

               Perusahaan modal ventura menghimpun dana dan mengelola dana yang diinvestasikan dalam bentuk

penyertaan modal pada perusahaan pasangan usaha.

2.Two Tier Approach

  Pengelolaan modal ventura yang melibatkan dua badan usaha terpisah, dimana yang satu sebagai

perusahaan penyedia dana (fund company) dan yang lain sebagai perusahaan pengelola (management

company) yang melakukan pengelolaan fund company yang bersangkutan





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMv_DzbIypE-_t_xq79Vy1Uqu_bsibRUHwFjXjR6GaWSU8OlV1tSKgtyFblAZrHcVXpp8h7253vmgNOa55oMmt3IDsfXLucuFnNKcy92g1t-a-1HY0YF4nrSS7c5pkC-kgE8zLyzRYBUqh/s400/bagan.jpg





B.   Berdasarkan cara Penghimpunan Dana



Perusahaan modal ventura secar umum dapat menghimpun dana dari pinjaman dan juga dari modal sendiri dalam berbagai bentuk.jika ditinjau dari cara penghimpunan dananya modal ventura dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a.        Leverage ventura capital

Modal ventura yang bersumber dari suatu Perusahaan Modal Ventura dengan sebagian besar penghimpunan dananya dalam bentuk pinjaman dari berbagai macam pihak disebut leverage venture capital.

b.        Equity venture capital

Modal ventura yang bersumber dari suatu Perusahaan Modal Ventura dengan sebagian besar penghimpunan dananya dalam bentuk modal sendiri dalam berbagai bentuk disebut equity venture capit.



C.   Berdasarkan Kepemilkan



Atas dasar kepemilikannya, perusahaan Modal Ventura dapat dibedakan dalam beberapa jenis sebagai berikut:

a)       Private ‘ venture-capital’ Company

perusahaan modal ventura yang belum go public atau belum menjual sahamnya melalui bursa efek

b)       Public ‘ venture-capital’ company

perusahaan modal ventura  yang telah go public atau menjual sahamnya melalui bursa efek .

c)      Bank Affoliate ‘ venture-capital’ Company

perusahaan modal ventura yang didirikan oleh bank-bank yang mengalami surplus dana atau memang mempunyai misi khusus dalam hal modal ventura disebut Bank Affiliate ‘ venture-capital’ Company.

d)      Conglomerate ‘ venture-capital’ Company

Perusahaan modal ventura yang didirikan atau dimiliki oleh sejumlah perusahaan disebut Conglomerate ‘ venture-capital’ Company.





III. Sumber-Sumber Dana Modal Ventura



Dalam melakukan penyertaan modal diberbagai bidang usaha, perusahaan modal ventura harus memiliki dana yang cukup yang dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang dapat dipilih sebagai berikut :

1. Dari dalam perusahaan sendiri :

- Setoran modal dari pemegang saham

- Cadangan laba yang belum terpakai

- Laba yang ditahan

2. dari luar perusahaan :

- Investor baik perorangan atau industri

- Pinjaman dari Lembaga Perbankan

- Pinjaman dari Lembaga Asuransi

- Pinjaman dari Dana Pensiun



IV. Dasar Hukum Pembiayaan Modal Ventura di Indonesia



Perusahaan modal ventura di Indonesia diawali dengan pembentukan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), sebuah badan usaha milik negara (BUMN) yang sahamnya dimilki oleh Departemen Keuangan (82,2%) dan Bank Indonesia (17,8%) dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1973 tentang Penyertaan Modal Negara. Gema nama Bahana memang sempat menggetarkan "dunia keuangan" nusantara. Ketika pada tahun 1973 salah satu anak usahanya, PT Bahana Artha Ventura (BAV), agresif melebarkan usaha ke seluruh provinsi, membentuk Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD). Sasarannya, usaha kecil menengah (UKM) untuk dibiayai.



Pengaturan kegiatan Modal Ventura lebih lanjut diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.13/ Tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 469/KMK.17/1995 tanggal 3 Oktober 1995 tentang Pendirian dan Pemberian Modal Ventura.

Perusahaan modal ventura dapat membantu permodalan maupun bantuan teknis yang diperlukan calon pengusaha maupun usaha yang sudah berjalan guna: 

1. Pengembangan suatu penemuan baru.

2. Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami

kesulitan dana.

3. Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan.

4. Membantu perusahaan yang berada dalam tahap kemunduran usaha.

5. Pengembangan projek penelitian dan rekayasa.

6. Pengembangan berbagai penggunaan teknologi baru dan alih teknologi baik dari dalam maupun luar negeri.

7. Membantu pengalihan pemilikan perusahaan



V. Cara pembiayaan modal ventura di Indonesia



Beberapa cara pembiayaan yang dilakukan oleh modal ventura di Indonesia,

yaitu dengan cara :

a. Penyertaan saham secara langsung kepada perusahaan yang menjadi pasangan usaha.

b. Dengan membeli obligasi konversi yang setelah waktu yang disepakati bersama dapat dikonversi menjadi saham / penyertaan modal pada perseroan.

c. Dengan pola bagi hasil dimana persentase tertentu dari keuntungan setiap bulan akan diberikan kepada perusahaan modal ventura oleh perusahaan pasangan usaha.

Pola bagi hasil yang mungkin dilakukan adalah sbb:

a. Bagi hasil berdasarkan pendapatan yang diperoleh (revenue sharing).

b. Bagi hasil berdasarkan keuntungan bersih (net profit sharing).

c. Bagi hasil berdasarkan perjanjian.



VI. Manfaat dan Tujuan dari modal ventura

a. Manfaat

1. Keberhasilan Usaha Meningkat      

2. Efisiensi dalam Pendistribusian Barang

3. Menigkatkan Bank-abilitas perusahaan

4. Pemanfaatan Dana Perusahaan Menigkat

5. Likuiditas Menigkat



b. Tujuan

1. Berdirinya atau terbentuknya suatu perusahaan baru               

2. Membantu perusahaan yang mengalami kesulitan pada tahap awal

3. Tahap pengembangan produk/tahap kemunduran

4. Merealisasi ide menjadi suatu produk

5. Melancarkan mekanisme investasi dalam dan luar negeri

6. Mengembangkan proyek research and development

7. Pengembangan tehnologi baru dan alih tehnologi

8. Pengalihan kepemilikan suatu perusahaan  



VII. Alasan mengapa modal ventura tidak terlalu berkembang

1. Resiko yang terlalu tinggi                                     

2. Informasi masyarakat tentang modal ventura sangat sedikit

3. Pengusaha tidak bersedia menerima sistem pembiayaan modal ventura

4. Sulitnya modal ventura mencari partner

5. Aturan dan perundang-undangan yang kurang

6. Pasar modal dan pasar saham tidak mendukung

7. Kurangnya tenaga profesional



VIII. Perbedaan Modal ventura dengan Bank

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN7BbbUZhCePB6Q91b-GOP55mo2gEQTPUV1dkzB9mwpkd56UksCu_mARnrezatT9Twyd8EBCKfhRNNNP2ycqj1o4Oica_yYGlZKMAvthTB783h-4URfGnIRNaShbgOrFPlPRIpWxUSg5GC/s400/Untitled.jpg



IX. Keunggulan dan kelemahan Modal Ventura

a. Keunggulan

1. Sumber dana bagi perusahaan baru.                              

2. Adanya penyertaan manajemen.

3. Keperdulian yang tinggi dari perusahaan modal Ventura.

4. Dengan adanya penyertaan modal,PPU ( pengusaha pasangan   usaha) dapat  mencari  bantuan  modal     dalam bentuk lain.

5. MV menaikkan pamor PPU.

6. PPU mendapat mitra baru yang dimiliki perusahaan modal ventura.

7. Mendukung usaha kecil yg berpotensi berkembang dan memperluas kesempatan kerja. 

8. Modal Ventura amat peduli terhadap bisnis mitra dalam tataran praktek, modal ventura menempatkan kelayakan usaha sebagai faktor yang paling dominan dalam pengambilan keputusan pembiayaan. Suatu prospektus yang ditinjau dari sisi perbankan tidak bankable, sangat mungkin dapat diupayakan untuk memperoleh pembiayaan ventura selama usaha itumemang peasable

9. Dalam beberapa kasus, terkadang Perbankan terkesan sama sekali tidak melihat proposal kelayakan usaha. Asalkan agunan dan persyaratan administratif cukup dan usahanya tampak berjalan baik, maka aplikasi kredit sudah barang tentu akan disetujui. Seandainya pun suatu saat ternyata

agunannya tidak mencukupi, maka serta merta nilai kredit akan “disesuaikan”dengan nilai agunan yang ada. Dalam kasus ini, rencanacashflow usaha,kebutuhan riil pengembangan usaha seperti yang tercantum dalam proposaltidak lagi menjadi satu hal yang diprioritaskan

10. Berbeda dengan modal ventura, bila ternyata agunan yang disyaratkan tidak mencukupi dengan nilai pengajuan, maka yang dilakukan adalah mengupayakan penambahan agunan hingga sesuai persyaratan, atau melakukan review terhadap proposal kelayakan. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara pasti apakah bisnis akan tetap berjalan optimal bila kapasitasnya dikurangi karena penurunan nilai pengajuan itu. Memang di satu sisi terkesan malah menjadi bertele-tele, namun di sisi lain justru hal tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa modal ventura sangat peduli dan berkepentingan terhadap proposal bisnis yang realistis.



11. Pendekatanbusiness partnership

 Dalam bisnis apapun, resiko menjadi suatu hal yang lumrah. Selalu saja akandijumpai, baik yang sebelumnya telah diprediksi maupun di luar prediksi.Modal ventura lebih menganggap UKM sebagai mitra. Sehingga ketika suatusaat bisnis mitranya mengalami kendala atau permasalah, maka berbagaiadjustment ataupun toleransi yang berkaitan dengan berbagai kewajiban mitrasangat mungkin diupayakan secara bijak.

12..Tidak mengenal pembatasan sektora Bila Perbankan menjadikannegative list industries

 sebagai salah satu dasar pembatasan sektoral dalam penyaluran kredit, maka di dalam khasanah modalventura mestinya tidak ada istilah pembatasan sektoral secara general.

13..Memiliki unsur pembinaan(business advisory)

 Sebagai mitra, tak pelak lembaga ventura juga turut bertanggung jawab secara bersama terhadap kelangsungan usaha pengusaha mitra, atau dikenal denganistilah pengusaha pasangan usaha (PPU). Konkritnya adalah lembaga ventura,melalui tenaga profesionalnya, harus turut memberikan pengawasan, techicalassistance, dan pendampingan (advisory), walaupun mungkin hanya dalam batasan tertentu.

14.Suku bunga relatif amat stabi lModal Ventura, sebagaimana lembaga keuangan non bank lainnya, tidakdiperbolehkan melakukan aktivitas pengumpulan dana dari masyarakat.Modal yang diperoleh hanya berasal dari setoran pemegang saham yang rate-nya relatif tetap (fixed). Hal ini berpengaruh langsung terhadap kebijakantingkat suku bunga. Suku bunga menjadi tidak terlalu dipengaruhi olehfluktuasi tingkat suku bunga pasar.8.



15. Fleksibel dalam mendesain model atau pola pembiayaanKarena sifatnya yang fleksibel, lembaga ventura sangat mungkin menerbitkan berbagai pola atau skim pembiayaan yang

market driven

. Selain pola bagihasil, kita juga sering mengenal istilah obligasi konversi, leasing, dan lain-lain.

16.Pembiayaan untuk badan usaha baru/pemulaModal ventura juga dapat saja melakukan pembiayaan atau penyertaanterhadap sebuah badan usaha yang baru (track record di bawah 1 tahun),selama bisnisnya memang layak dan didukung oleh personel manajemen yangkompeten dan profesional.Kesemua hal tersebut diatas, sebenarnya dapat dijadikan

added value yang berujung pada peningkatan competitive adva





b. kelemahan

1. Jangka waktu pembiayaan yang relatif panjang                

2. Terlalu selektifnya perusahaan modal ventura dalam mencari perusahaan pasangan usaha.

3. Kontrol manajemen perusahaan pasangan usaha dapat diambil alih oleh perusahaan modal 

ventura apabila menunjukan gejala kegagalan.

Contoh Perusahaan Modal Ventura di Indonesia
1 PT Multi
 Investama Ventura
2 PT Astra
 Mitra Ventura
3 PT
 Freefort FinanceIndonesia
4 PT
 Bahana Artha Ventura
5 PT
 Bahana Bina Ventura
6 PT Ventura
 Investasi Utama
7 PT Multi Ventura
 Kapitalindo
8 PT Bhakti
 Sarana Ventura
9 PT Batavia
 Internasional Ventura
10 PT
 Arsi Bina Venturindo
11.
 PT. Pertamina Dana Ventura (PDV).


Purwanti y