Saturday, 30 September 2017

Harga Faktor Produksi






Dalam teori produksi konvensional masalah penentuan harga ini berkait dengan upaya pencapaian tingkat keuntungan perusahaan. Dengan kata lain, masalah pokok dari

factor pricing ini adalah bagaimanamenentukan harga dan kuantitas faktor-faktor produksi sedemikian rupa sehingga produksi dapat menghasilkan tingkat keuntungan yang maksimum.

Produktifitas marjinal suatu faktor produksi semakin lama akan semakin menurun sejalan dengan penambahan faktor produksi tersebut. Dengan kata lain, produktifitas marjinal ini mengikuti hukum‘tambahan hasil yang semakin menurun’ atau law of diminishing marginal product.



Dalam penentuan harga faktor produksi konsep produktifitasmarjinal memegang peranan yang amat penting, sebab ia merupakan ukuran harga faktor produksi yang palingefisien yaitu harga faktor produksi yang akan memberikan keuntungan maksimum bagi produsen. Pendekatan ini memiliki banyak keterbatasan dalam aplikasi pada dunia nyata, sehingga banyak dikritik oleh ekonom-ekonom konvensional sendiri. MenurutJan Pen, sebagaimana dikutip Sadeq (1992), beberapa keterbatasan dari pendekatan ini antaralain:



1.   konsep ini hanya dapat diterapkan pada fungsi produksi yang memiliki homogenitas berderajat pertama, padahal fungsi ini jarang terdapat dalam dunia nyata.Permasalahan akan lebih rumit jika diterapkan pada dua atau lebih fungsi produksi yang lebih realistis.

2.   konsep produktifitas marjinal mengasumsikan adanya persaingan sempurna dalam pasar faktor produksi, di mana semua kekuatan ekonomi terfragmentasi. Tetapi,konsep ini tidak dapat menjelaskan banyak kejadian diskriminasi dalam dunia nyata,misalnya: diskriminasi antara lelaki dan wanita, antara berbagai ras, suku dan kelasdalam masyarakat. Konsep ini juga tidak dapat menjelaskan fenomena kekuatan kolektif (collective bargaining ) yang dilakukan persatuan-persatuan dagang.

3.    konsep produktifitas marjinal juga mengasumsikan adanya wirausahawan yang hanya bertujuan untuk memaksimumkan keuntungan ( profit maximizer) denganmenetapkan tingkat upah sama dengan produk marjinal tenaga kerja (MPL = W). Dalamkenyataan tujuan seorang wirausahawan tidak selalu demikian. Ia mungkin memiliki beberapa tujuan, antara lain:

o  Memaksimumkan tingkat penjualan, misalnya mencapai market share terbesar dalam suatu industry.

o  Mendapatkan tingkat keuntungan rata-rata tertentu dari modal yang diinvestasikannya.

o  Memaksimumkan beberapatujuan lain yang bersifat sosial atau relijius dengan kendala tingkat keuntungan tertentu.

Menurut al Junayd (1992, h. 266-267) kritik terbanyak terhadap pendekatan produktifitas marjinal ini adalah kaitannya dengan faktor produksi tenaga kerja. Kritik yang utamaadalah bahwa pendekatan ini merupakan suatu perlakukan de-humanisasi dari tenaga kerja, sebab tenaga kerja diperlakukan sama dengan tanah, modal atau barang fisik lainnya. Pertanyaan yang sering muncul dalam kaitan ini antara lain ‘bagaimana modal bekerjasama dengan tenaga kerja?’Tenaga kerja adalah manusia sementara modal bukanlah manusia dan tidak bisa membuatkeputusan-keputusan yang bersifat mental dan fisikal. Berkaitan dengan kritikan seperti ini biasanya juga dipercayai bahwa tidak harus ada suatu produk marjinal dari tanah atau produk marjinal dari modal, meskipun produk marjinal dari tenaga kerja tergantung kepada jumlahmodal dan tanah yang dimanfaatkan.



PRINSIP DASAR PENENTUAN HARGA FAKTOR PRODUKSI



Permintaan terhadap faktor produksi adalah permintaan turunan (derived demand ) bukanmerupakan permintaan asli ( genuine demand), yaitu sebagai hasil dari permintaan terhadap suatuhasil produksi atau output. Munculnya permintaan terhadap suatu faktor produksi adalah karena adanya pemrintaan terhadap hasil produksi. 





Balas jasa faktor produksi
 
Sebagai pemilik faktor produksi tentunya rumah tangga konsumsi berhak menerima imbalan atau balas jasa atas faktor produksi yang diserahkan pada rumah tangga produksi. Imbalan atas balas jasa tersebut berupa sebagai berikut.
a.
    Sewa tanah bagi rumah tangga konsumsi yang menyediakan tanahnya pada rumah tangga produksi.
b.
    Upah atau gaji bagi anggota rumah tangga konsumsi yang menjadi tenaga kerja.
c.
    Bunga modal bagi rumah tangga konsumsi yang memberikan modal untuk proses produksi.
d.
    Laba bagi rumah tangga konsumsi yang menyerahkan keahliannya.

Saturday, 23 September 2017

persaingan monopolistik dan oligopoli.



pasar persaingan monopolistik
pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk pasar yang didalamnya terdapat banyak penjual (produsen) yang menghasilkan produk yang coraknya berbeda satu sama lain.

Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya.
 Model pasar persaingan monopolistic diperkenalkan pertama kali pada tahun 1933 oleh Chamberlin dan Joan Robinson.
Pada dasarnya bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang berada di antara dua bentuk pasar yang ekstrem, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli. Hal inilah yang menyebabkan ciri- ciri pasar persaingan monopolistik mirip dengan pasar persaingan sempurna maupun pasar monopoli.
Kemiripan dengan pasar persaingan sempurna antara lain terletak pada banyaknya jumlah penjual (produsen), sedangkan perbedaannya terletak pada karakteristik produknya yang berbeda antara satu produsen dengan produsen yang lain (diferensiasi produk).
Kemiripan dengan pasar monopoli terletak pada kemampuan perusahaan dalam mempengaruhi harga, sedangkan perbedaannya antara lain terletak pada banyaknya jumlah penjual (produsen).

Ciri- ciri pasar persaingan monopolistik adalah seperti di uraian berikut:
• Terdapat banyak penjual (produsen)
Seperti halnya pada pasar persaingan sempurna, dalam pasar persaingan monopolistic terdapat banyak produsen. Pada umumnya produsen dalam pasar persaingan monopolistik mempunyai ukuran yang relatif sama. Kondisi ini menyebabkan produksi dari setiap produsen jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan jumlah produksi dalam keseluruhan pasar (industri).
• Karakteristik barangnya berbeda
Meskipun jumlah produsennya banyak, seperti dalam pasar persaingan sempurna, tetapi dalam hal produk yang dihasilkan tidak homogen (berbeda). Dalam pasar persaingan monopolistik, setiap produsen menghasilkan produk yang berbeda (differentiated product) atau terdapat diferensiasi produk. Diferensiasi produk tersebut dapat berupa diferensiasi fisik, misalnya kemasan, bentuk, dan desain maupun diferensiasi kualitas. Adanya diferensiasi produk ini menyebabkan produk yang dihasilkan akan menjadi daya tarik bagi konsumen untuk memilih suatu produk tertentu. Dalam hal ini produk yang dihasilkan bukan merupakan produk yang bersifat substitusi sempurna (perfect substitute) tetapi substitusi dekat (close substitute).
• Penjual mempunyai sedikit kemampuan mempengaruhi harga
Produsen dalam pasar persaingan monopolistik mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga, meskipun tidak sebesar pada pasar monopoli. Kemampuan ini sebagai akibat adanya diferensiasi produk yang menyebabkan konsumen lebih memilih pada suatu produk tertentu, meskipun harganya sudah mengalami kenaikan. Sebaliknya produsen yang menurunkan harga tidak dapat dengan mudah menaikkan penjualan produknya.
• Penjual relatif mudah untuk masuk kedalam pasar dan keluar dari pasar
Laba yang dinikmati oleh produsen dalam pasar persaingan monopolistik menarik perhatian produsen lain untuk memasuki pasar. Namun demikian, jika produsen tidak mampu bertahan dalam menghadapi persaingan maka akibatnya harus keluar untuk menghindari kerugian yang semakin besar.
• Persaingan dalam promosi penjualan sangat aktif
Produsen dalam pasar persaingan monopolistik harus aktif melakukan promosi. Hal ini dilakukan untuk menarik konsumen sebagai akibat adanya diferensiasi produk yang dihasilkan masing- masing produsen. Tujuan promosi yang dilakukan produsen adalah untuk memberikan informasi agar konsumen lebih mengenal produk yang ditawarkan sehingga akan mempengaruhi citarasa terhadap produk tersebut, menekankan kualitas suatu produk agar konsumen mengetahui bahwa produk tersebut berkualitas sangat baik dan memelihara hubungan baik dengan konsumen.

Sifat-sifat pasar monopolistik :
·         Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
·         Mirip dengan pasar persaingan sempurna
·         Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
·         Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
·         Relatif mudah keluar masuk pasar
Secara singkat ada sedikit perbedaan antara persaingan sempurna dengan monopolistik:

Pasar oligopoli

Pasar oligopoli (oligopolistik) adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Di pasar ini, keputusan harga berada di segelintir pemain, walaupun berada di banyak pemain.
Pasar oligopoli merupakan pasar yang terdiri dari beberapa penjual (produsen) untuk satu jenis barang tertentu. Jika terdiri dari 2 produsen disebut duopoli.
1. Jenis- jenis oligopoli
– Oligopoli dengan diferensiasi produk, yaitu antar produsen menghasilkan output yang berbeda.
– Oligopoli tanpa diferensiasi produk, yaitu antar produsen menghasilkan output yang sama.
2. Penentuan harga dan output
– Tinggi rendahnya tingkat diferensiasi produk akan mempengaruhi perilaku produsen dalam menentukan output atau harganya.
– Semakin tinggi tingkat diferensiasinya berarti semakin rendah tingkat ketergantungannya (interdependensi) terhadap perusahaan lain. Ini berarti kurva permintaannya tidak tergantung perusahaan lain.
– Semakin rendah tingkat diferensiasinya berarti semakin tinggi tingkat ketergantungannya (interdependensi) terhadap perusahaan lain. Ini berarti kurva permintaannya tergantung atau dipengaruhi perusahaan lain.
3. Keseimbangan pada pasar oligopoli akan dipengaruhi oleh 2 kemungkinan perilaku penjual.
– Setiap penjual tidak akan mengikuti tindakan penjual lainnya, dalam hal menentukan harga.
– Setiap penjual akan mengikuti tindakan penjual lainnya, khususnya dalam hal menurunkan harga.

Sebagai price leaders,segelintir pemain ini bisa membuat skema sebagai berikut:
·         Perusahaan oligopoli berkonspirasi dan berkolaborasi untuk membuat harga monopoli dan mendapatkan keuntungan dari harga monopoli ini
·         Pemain oligopoli akan berkompetisi dalam harga, sehingga harga dan keuntungan menjadi sama dengan pasar kompetitif
·         Harga dan keuntungan oligopoli akan berada antara harga di pasar monopoli dan pasar kompetitif
·         Harga dan keuntungan oligopoli tak dapat ditentukan, indeterminate.

Sifat-sifat pasar oligopoli :
·         Harga produk yang dijual relatif sama
·         Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
·         Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
·         Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain


Purwanti Y

Saturday, 16 September 2017

struktur pasar dan persaingan murni.




·         Pasar persaingan sempurna: Jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Persaingan akan terjadi apabila penjual dan pembeli dalam jumlah besar mengadakan saling hubungan secara aktif dengan maksud memaksimumkan keuntungan dan kepuasan atas dasar harga-harga yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Contoh produknya seperti beras,gandum, dan kentang. Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri :
·         Jumlah penjual dan pembeli banyak
·         Barang yang dijual bersifat homogen
·         Penjual bersifat mengambil harga (price taker)
·         Posisi tawar komsumen kuat
·         Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
·         Sensitif terhadap perubahan harga
·         Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
·         Pasar persaingan tidak sempurna yang terdiri atas:
·         Pasar monopoli: Hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar.
·         Pasar oligopoli: Pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
·         Pasar duopoli: Memiliki karakteristik yang sama dengan oligopoli, namun pada Pasar duopoli hanya ada dua perusahaan.
·         Pasar persaingan monopolistik Bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
·         Pasar monopsoni Jenis pasar dimana hanya ada satu pembeli.
·         Pasar oligopsoni adalah bentuk pasar dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak perusahaan yang bertindak sebagai konsumen.

EMPAT MACAM STRUKTUR PASAR OUTPUT

Menurut Boediono, pasar output adalah pertemuan antara permintaan output dan penawaran output. Pada sisi permintaan, pasar output mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu bahwa permintaan pasar adalah penjumlahan dari permintaan konsumen yang jumlahnya banyak sekali. Namun pada sisi penawarannya, jumlah penjual bervariasi dari jumlah yang sangat banyak sampai jumlah yang sedikit, bahkan hanya satu penjual.
Berdasarkan jumlah penjual yang ada, struktur pasar output dibedakan menjadi empat, yaitu :
1)      Pasar Persaingan Sempurna (perfect competitive market) : pasar dengan jumlah penjual sangat banyak.
2)      Pasar Monopoli : pasar dengan hanya satu penjual.
3)      Pasar Oligopoli : pasar dengan jumlah penjual sedikit.
4)      Pasar Persaingan Monopolistik : pasar dengan banyak penjual tetapi produk-produknya heterogen, sehingga masing-masing penjual dapat mempengaruhi harga.
Ketiga pasar terakhir termasuk dalam pasar persaingan tidak sempurna ( imperfect competitive market).



A.   Pasar Monopoli
Adalah struktur pasar yang ditandai oleh adanya seorang produsen tunggal. Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya
. Sifat-sifat pasar monopoli
·         Hanya terdapat satu penjual atau produsen
·         Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
·         Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
·         Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
·         Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
·         Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses
·          
B.   Pasar Monopolistik
Adalah struktur pasar yang sangat mirip dengan persaingan sempurna tetapi yang membedakan dengan pasar persaingan sempurna ialah bahwa pada pasar ini produsen mampu membuat perbedaan-perbedaaan pada produknya ( differensiasi produk ) dibandingkan produsen lain. Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopolistik :
·         Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
·         Mirip dengan pasar persaingan sempurna
·         Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
·         Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
·         Relatif mudah keluar masuk pasar
Perusahaan dalam persaingan monopolistik dapat memaksimumkan profit ekonomi dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang profit ekonominya nol dan memperoleh profit normal karena berproduksi under capacity.
C.   Pasar Oligopoli
Adalah struktur pasar di mana hanya ada sejumlah kecil perusahaan yang memproduksi hampir semua output industri dan mempunyai keputusan yang saling mempengaruhi. Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar oligopoli :
·         Harga produk yang dijual relatif sama
·         Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
·         Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
·         Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain.
·          
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PRODUSEN DI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Menurut Sadono Sukirno, persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena struktur pasar ini akan dapat menjamin berlangsungnya aktivitas produksi dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Oleh karena itu dalam analisis ekonomi sering digunakan asumsi bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Tetapi dalam praktek tidak mudah untuk menentukan suatu industri dapat digolongkan ke dalam pasar persaingan sempurna yang sesungguhnya (sesuai teori). Umumnya, yang ada adalah yang mendekati ciri-ciri struktur pasar tersebut. Namun, sebagai landasan teori untuk analisis ekonomi, mempelajari ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sangat penting.
Asumsi-Asumsi
Model persaingan sempurna didasari oleh asumsi-asumsi sebagai berikut:
1)      Terdapat sangat banyak penjual dan pembeli. Oleh karena terdapat sangat banyak produsen atau perusahaan, maka setiap produsen atau perusahaan hanya memasok produk sebagian kecil saja dari total produk yang ditawarkan di pasar. Pembeli juga sangat banyak sehingga secara individual mereka tidak mempunyai kekuatan monopsoni untuk mempengaruhi mekanisme di dalam pasar.
2)      Produk yang dihasilkan oleh para produsen adalah homogen. Pasar diartikan sebagai gabungan dari produsen yang memproduksi produk yang homogen/identik. Ini berarti bahwa antara produk dari produsen yang satu dengan produk dari produsen yang lain bersifat substitusi sempurna. Oleh karena itu, para pembeli tidak dapat membedakan produk- produk dari produsen yang berbeda.
3)      Setiap  produsen  adalah  pengambil  harga  (  price  taker). Implikasi  dari  kedua asumsi di atas adalah bahwa produsen secara individual tidak dapat mempengaruhi harga pasar yang berlaku dengan mengubah jumlah produk yang ditawarkan. Dengan demikian setiap produsen hanya menerima harga pasar. Produsen dapat menawarkan produk berapapun jumlahnya dengan harga pasar tersebut.
4)      Perusahaan-perusahaan bebas masuk dan keluar pasar ( free entry and exit of firms). Tidak ada hambatan bagi setiap perusahaan untuk masuk ke pasar atau keluar dari pasar.
5)      Maksimisasi   profit/keuntungan. Tujuan   dari   semua   perusahaan   adalah memaksimumkan keuntungan. Tidak ada tujuan lain.
6)      Tidak ada regulasi dari pemerintah. Tidak ada intervensi pemerintah di dalam pasar ( seperti tarif, subsidi, pembatasan produksi, dan sebagainya). Struktur pasar di mana telah dipenuhi asumsi-asumsi di atas disebut pasar persaingan murni (pure competition).
7)      Mobilitas faktor-faktor produksi sempurna. Faktor-faktor produksi bebas berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain melalui mekanisme ekonomi. Dengan kata lain, terjadi persaingan sempurna di dalam pasar input.
8)      Pengetahuan sempurna ( perfect knowledge). Semua penjual dan pembeli diasumsikan mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang kondisi pasar, baik kondisi sekarang maupun yang akan datang. Dengan demikian kondisi ketidakpastian di masa mendatang dapat diantisipasi. Informasi pasar dapat diperoleh dengan mudah dan tanpa biaya.
Berdasarkan asumsi-asumsi di atas kita akan menganalisis ekuilibrium atau keseimbangan produsen/ perusahaan dan pasar/industri di dalam jangka pendek dan jangka panjang. Ekuilibrium produsen dicapai pada saat perusahaannya mencapai keuntungan maksimum. Ekuilibrium pasar atau industri dicapai apabila (a) semua perusahaan dalam posisi ekuilibrium, dan (b) jumlah produk semua perusahaan tersebut sama dengan jumlah permintaan semua konsumen.
A.     Pasar Persaingan Murni Jangka Pendek
Dalam jangka pendek perusahaan dalam pasar persaingan murni mempunyai pabrik berskala tertentu dan perusahaan berusaha memaksimumkan keuntungan dan memini-mumkan kerugian dengan menyesuaikan output, yaitu dengan cara mengubah penggunaan faktor produksi variabel , seperti penggunaan bahan mentah dan tenaga kerja. Penentuan tingkat output untuk mendapatkan keuntungan maksimum dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu: pertama,pendekatan total, yaitu dengan membandingkan antara pendapatan total dengan biaya total; danKedua, pendekatan marginal, yaitu dengan membandingkan antara pendapatan marjinal dengan biaya marjinal. 

1.      Pendekatan Total
Dalam pendekatan total, keuntungan maksimum akan terjadi pada saat penerimaan (total revenue, TR) dikurangi dengan biaya total (Total Cost, TC) terbesar.  Penerimaan total adalah perkalian antara tingkat harga dengan jumlah ouput yang dijual.  Sedangkan biaya total adalah biaya yang dikeluarkan oleh produsen dalam menghasilkan output tersebut.  Biaya dapat dibedakan atas biaya tetap (fixed cost, FC) dan biaya variabel (variable cost, VC).  Biaya tetap adalah biaya yang tidak tergantung pada besarnya jumlah output yang dihasilkan, misalnya sewa gedung, upah tenaga kerja tetap, penyusutan (depreciation), bunga dan lain-lain.  Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang tergantung kepada besar kecilnya jumlah output yang dihasilkan, misalnya biaya tenaga kerja tidak tetap, biaya bahan baku, transportasi dan lain-lain.

B.    Pasar Persaingan Murni Jangka Panjang
Dalam jangka panjang ada tiga macam perilaku biaya yaitu keadaan industri dengan biaya konstan, biaya menaik, dan biaya menurun. Semua merupakan kemungkinan akibat penyesuaian jangka panjang berupa masuk atau keluarnya perusahaan-perusahaan dalam industri yang bersangkutan. Bila keseimbangan jangka panjang tercapai maka harga akan sama dengan MC jangka panjang, dan output akan diproduksi pada tingkat  dimana biaya rata-rata total adalah minimum. Dalam persaingan murni jangka panjang, perusahaan-perusahaan bebas masuk atau meninggalkan industri. Bila harga lebih tinggi dari biaya total rata-rata maka keuntungan ekonomis akan terjadi, sehingga akan menarik perusahaan-perusahaan baru masuk ke industri tersebut. Perluasan industri ini akan menaikkan penawaran produk dan mengakibatkan penurunan harga pasar, hingga kembali sama dengan biaya total rata-rata. Sebaliknya, jika harga lebih rendah dari biaya total rata-rata maka kerugian ekonomis yang diderita menyebabkan perusahaan-perusahaan meninggalkan industri tersebut. Hal ini akan menyebabkan turunnya penawaran produk yang selanjutnya mengakibatkan harga naik dan harga kembali sama dengan biaya total rata-rata.
Pasar industri persaingan murni, baik pada kasus biaya konstan atau pada biaya menanjak naik, mempunyai karakteristik yang sama dalam posisi keseimbangan jangka panjang.  Tingkat harga dan penerimaan marjinal adalah pada tingkat dimana keduanya sama dengan biaya rata-rata minimum. Sedangkan kurva biaya marjinal memotong kurva biaya rata-rata pada titik terendah. Jadi posisi keseimbangan jangka panjang adalah MR (=P) = AC = MC. Walaupun dalam jangka pendek perusahaan pesaing murni mungkin memperoleh keuntungan ekonomis (atau kerugian ekonomis) tetapi dalam jangka panjang ia mengaami pulang pokok dengan memproduksi pada tingkat MR (=P) = MC. Posisi keseimbangan jangka panjang dalam pasar persaingan murni yang mensyaratkan MR (=P) = AC = MC harus terjadi pada titik dimana AC minimum, yang berarti adanya efisiensi ekonomi dalam pasar persaingan murni.


Purwanti Y