·
Pasar persaingan sempurna: Jenis pasar dengan
jumlah penjual dan pembeli yang banyak dan produk yang dijual bersifat homogen.
Persaingan akan terjadi apabila penjual dan pembeli dalam jumlah besar
mengadakan saling hubungan secara aktif dengan maksud memaksimumkan keuntungan
dan kepuasan atas dasar harga-harga yang ditentukan oleh penawaran dan
permintaan. Contoh produknya seperti beras,gandum, dan kentang. Pasar
persaingan sempurna memiliki ciri-ciri :
·
Jumlah
penjual dan pembeli banyak
·
Barang
yang dijual bersifat homogen
·
Penjual
bersifat mengambil harga (price taker)
·
Posisi
tawar komsumen kuat
·
Sulit
memperoleh keuntungan di atas rata-rata
·
Sensitif
terhadap perubahan harga
·
Mudah
untuk masuk dan keluar dari pasar
·
Pasar oligopoli: Pasar di mana penawaran satu jenis barang
dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua
tetapi kurang dari sepuluh.
·
Pasar
persaingan monopolistik Bentuk
pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi
memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
·
Pasar
oligopsoni adalah bentuk pasar
dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak perusahaan
yang bertindak sebagai konsumen.
EMPAT MACAM STRUKTUR PASAR OUTPUT
Menurut
Boediono, pasar output adalah pertemuan antara permintaan output dan penawaran
output. Pada sisi permintaan, pasar output mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu
bahwa permintaan pasar adalah penjumlahan dari permintaan konsumen yang
jumlahnya banyak sekali. Namun pada sisi penawarannya, jumlah penjual
bervariasi dari jumlah yang sangat banyak sampai jumlah yang sedikit, bahkan
hanya satu penjual.
Berdasarkan
jumlah penjual yang ada, struktur pasar output dibedakan menjadi empat, yaitu :
1)
Pasar Persaingan Sempurna (perfect
competitive market) :
pasar dengan jumlah penjual sangat banyak.
2)
Pasar Monopoli : pasar dengan hanya satu penjual.
3)
Pasar Oligopoli : pasar dengan jumlah penjual sedikit.
4)
Pasar Persaingan Monopolistik : pasar dengan banyak penjual tetapi
produk-produknya heterogen, sehingga masing-masing penjual dapat mempengaruhi
harga.
Ketiga pasar terakhir termasuk dalam pasar persaingan
tidak sempurna (
imperfect competitive
market).
A. Pasar
Monopoli
Adalah
struktur pasar yang ditandai oleh adanya seorang produsen tunggal. Pasar
monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu
produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik
negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya
.
Sifat-sifat pasar monopoli
·
Hanya terdapat satu penjual atau produsen
·
Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan
dikuasai oleh perusahaan monopoli
·
Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk
kepentingan hajat hidup orang banyak
·
Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan
undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
·
Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif
pilihan
·
Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses
·
B. Pasar
Monopolistik
Adalah
struktur pasar yang sangat mirip dengan persaingan sempurna tetapi yang
membedakan dengan pasar persaingan sempurna ialah bahwa pada pasar ini produsen
mampu membuat perbedaan-perbedaaan pada produknya ( differensiasi produk )
dibandingkan produsen lain. Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah
produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana
konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang
lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng,
pulpen, buku, dan sebagainya.
Sifat-sifat
pasar monopolistik :
·
Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang
berbeda
·
Mirip dengan pasar persaingan sempurna
·
Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
·
Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan
merubah harga
·
Relatif mudah keluar masuk pasar
Perusahaan
dalam persaingan monopolistik dapat memaksimumkan profit ekonomi dalam jangka
pendek, sedangkan dalam jangka panjang profit ekonominya nol dan memperoleh
profit normal karena berproduksi under capacity.
C. Pasar
Oligopoli
Adalah
struktur pasar di mana hanya ada sejumlah kecil perusahaan yang memproduksi
hampir semua output industri dan mempunyai keputusan yang saling mempengaruhi.
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh
beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang
termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di
Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat-sifat
pasar oligopoli :
·
Harga produk yang dijual relatif sama
·
Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
·
Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang
besar
·
Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain.
·
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PRODUSEN DI PASAR PERSAINGAN
SEMPURNA
Menurut
Sadono Sukirno, persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal,
karena struktur pasar ini akan dapat menjamin berlangsungnya aktivitas produksi
dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Oleh karena itu dalam analisis ekonomi
sering digunakan asumsi bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna.
Tetapi dalam praktek tidak mudah untuk menentukan suatu industri dapat
digolongkan ke dalam pasar persaingan sempurna yang sesungguhnya (sesuai
teori). Umumnya, yang ada adalah yang mendekati ciri-ciri struktur pasar
tersebut. Namun, sebagai landasan teori untuk analisis ekonomi, mempelajari
ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sangat penting.
Asumsi-Asumsi
Model
persaingan sempurna didasari oleh asumsi-asumsi sebagai berikut:
1) Terdapat
sangat banyak penjual dan pembeli. Oleh karena terdapat sangat banyak produsen atau
perusahaan, maka setiap produsen atau perusahaan hanya memasok produk sebagian
kecil saja dari total produk yang ditawarkan di pasar. Pembeli juga sangat
banyak sehingga secara individual mereka tidak mempunyai kekuatan monopsoni
untuk mempengaruhi mekanisme di dalam pasar.
2) Produk
yang dihasilkan oleh para produsen adalah homogen. Pasar diartikan sebagai gabungan dari
produsen yang memproduksi produk yang homogen/identik. Ini berarti bahwa antara
produk dari produsen yang satu dengan produk dari produsen yang lain bersifat
substitusi sempurna. Oleh karena itu, para pembeli tidak dapat membedakan
produk- produk dari produsen yang berbeda.
3) Setiap produsen adalah pengambil harga ( price taker). Implikasi dari kedua asumsi di atas adalah
bahwa produsen secara individual tidak dapat mempengaruhi harga pasar yang
berlaku dengan mengubah jumlah produk yang ditawarkan. Dengan demikian setiap
produsen hanya menerima harga pasar. Produsen dapat menawarkan produk berapapun
jumlahnya dengan harga pasar tersebut.
4) Perusahaan-perusahaan
bebas masuk dan keluar pasar ( free entry and exit of firms). Tidak ada hambatan
bagi setiap perusahaan untuk masuk ke pasar atau keluar dari pasar.
5) Maksimisasi profit/keuntungan. Tujuan dari semua perusahaan adalah memaksimumkan
keuntungan. Tidak ada tujuan lain.
6) Tidak
ada regulasi dari pemerintah. Tidak ada intervensi pemerintah di dalam pasar ( seperti
tarif, subsidi, pembatasan produksi, dan sebagainya). Struktur pasar di mana
telah dipenuhi asumsi-asumsi di atas disebut pasar persaingan murni (pure competition).
7) Mobilitas
faktor-faktor produksi sempurna. Faktor-faktor produksi bebas berpindah dari satu
perusahaan ke perusahaan lain melalui mekanisme ekonomi. Dengan kata lain,
terjadi persaingan sempurna di dalam pasar input.
8) Pengetahuan
sempurna ( perfect knowledge). Semua penjual dan pembeli diasumsikan mempunyai
pengetahuan yang lengkap tentang kondisi pasar, baik kondisi sekarang maupun
yang akan datang. Dengan demikian kondisi ketidakpastian di masa mendatang
dapat diantisipasi. Informasi pasar dapat diperoleh dengan mudah dan tanpa
biaya.
Berdasarkan
asumsi-asumsi di atas kita akan menganalisis ekuilibrium atau keseimbangan
produsen/ perusahaan dan pasar/industri di dalam jangka pendek dan jangka
panjang. Ekuilibrium produsen dicapai pada saat perusahaannya mencapai
keuntungan maksimum. Ekuilibrium pasar atau industri dicapai apabila (a) semua
perusahaan dalam posisi ekuilibrium, dan (b) jumlah produk semua perusahaan
tersebut sama dengan jumlah permintaan semua konsumen.
A. Pasar Persaingan Murni Jangka Pendek
Dalam jangka pendek perusahaan dalam pasar persaingan murni mempunyai
pabrik berskala tertentu dan perusahaan berusaha memaksimumkan keuntungan dan
memini-mumkan kerugian dengan menyesuaikan output, yaitu dengan cara mengubah
penggunaan faktor produksi variabel , seperti penggunaan bahan mentah dan
tenaga kerja. Penentuan tingkat output untuk mendapatkan keuntungan maksimum
dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu: pertama,pendekatan total, yaitu dengan membandingkan antara pendapatan total dengan
biaya total; danKedua, pendekatan marginal, yaitu dengan membandingkan antara pendapatan marjinal
dengan biaya marjinal.
1. Pendekatan Total
Dalam pendekatan
total, keuntungan maksimum akan terjadi pada saat penerimaan (total revenue,
TR) dikurangi dengan biaya total (Total Cost, TC) terbesar. Penerimaan total
adalah perkalian antara tingkat harga dengan jumlah ouput yang dijual. Sedangkan biaya total
adalah biaya yang dikeluarkan oleh produsen dalam menghasilkan output tersebut. Biaya dapat dibedakan
atas biaya tetap (fixed cost, FC) dan biaya variabel (variable cost, VC). Biaya tetap adalah
biaya yang tidak tergantung pada besarnya jumlah output yang dihasilkan,
misalnya sewa gedung, upah tenaga kerja tetap, penyusutan (depreciation),
bunga dan lain-lain. Sedangkan
biaya variabel adalah biaya yang tergantung kepada besar kecilnya jumlah output
yang dihasilkan, misalnya biaya tenaga kerja tidak tetap, biaya bahan baku,
transportasi dan lain-lain.
B. Pasar Persaingan Murni Jangka Panjang
Dalam jangka
panjang ada tiga macam perilaku biaya yaitu keadaan industri dengan biaya
konstan, biaya menaik, dan biaya menurun. Semua merupakan kemungkinan akibat
penyesuaian jangka panjang berupa masuk atau keluarnya perusahaan-perusahaan
dalam industri yang bersangkutan. Bila keseimbangan jangka panjang tercapai
maka harga akan sama dengan MC jangka panjang, dan output akan diproduksi pada
tingkat dimana biaya rata-rata total
adalah minimum. Dalam persaingan murni jangka panjang, perusahaan-perusahaan
bebas masuk atau meninggalkan industri. Bila harga lebih tinggi dari biaya
total rata-rata maka keuntungan ekonomis akan terjadi, sehingga akan menarik
perusahaan-perusahaan baru masuk ke industri tersebut. Perluasan industri ini
akan menaikkan penawaran produk dan mengakibatkan penurunan harga pasar, hingga
kembali sama dengan biaya total rata-rata. Sebaliknya, jika harga lebih rendah
dari biaya total rata-rata maka kerugian ekonomis yang diderita menyebabkan
perusahaan-perusahaan meninggalkan industri tersebut. Hal ini akan menyebabkan
turunnya penawaran produk yang selanjutnya mengakibatkan harga naik dan harga
kembali sama dengan biaya total rata-rata.
Pasar
industri persaingan murni, baik pada kasus biaya konstan atau pada biaya
menanjak naik, mempunyai karakteristik yang sama dalam posisi keseimbangan
jangka panjang. Tingkat harga dan penerimaan
marjinal adalah pada tingkat dimana keduanya sama dengan biaya rata-rata
minimum. Sedangkan kurva biaya marjinal memotong kurva biaya rata-rata pada
titik terendah. Jadi posisi keseimbangan jangka panjang adalah MR (=P) = AC =
MC. Walaupun dalam jangka pendek perusahaan pesaing murni mungkin memperoleh
keuntungan ekonomis (atau kerugian ekonomis) tetapi dalam jangka panjang ia
mengaami pulang pokok dengan memproduksi pada tingkat MR (=P) = MC. Posisi
keseimbangan jangka panjang dalam pasar persaingan murni yang mensyaratkan MR
(=P) = AC = MC harus terjadi pada titik dimana AC minimum, yang berarti adanya
efisiensi ekonomi dalam pasar persaingan murni.
Purwanti Y